Kamis, 18 Jun 2026 16:54 WIB

Mayat Pria dengan Tangan Terikat Tali di Waduk Mojokerto Ternyata ODGJ

Tim Inafis mendatangi lokasi penemuan mayat di waduk
Tim Inafis mendatangi lokasi penemuan mayat di waduk

jatimnow.com - Teka-teki pria yang ditemukan tewas mengambang di long storage atau waduk di Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, terungkap. Identitasnya adalah Teguh Wahyudi (26) pria yang diketahui mengidap gangguan jiwa.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, korban adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Ini dipastikan dengan adanya surat keterangan dari salah satu rumah sakit jiwa.

Baca Juga: PJT I Lakukan Flushing Waduk Wlingi dan Lodoyo, Akses Ditutup Sementara

Baca juga: Mayat Pria dengan Tangan Terikat Tali Ditemukan di Waduk Mojokerto, Pembunuhan?

"Dari hasil penyelidikan, olah tkp dan koordinasi dengan personel Polsek Tarik Kabupaten Sidoarjo, kami bisa mengambil kesimpulan, korban tenggelam adalah salah satu pasien dari salah satu rumah sakit jiwa dimana didukung surat keterangan. Satu hari sebelum ditemukan jenazah, korban sering mengamuk di belakang Indomaret wilayah Tarik, Kabupaten Sidoarjo," kata Dony, Sabtu (28/8/2021).

Karena korban sering mengamuk dan meresahkan masyarakat, lanjut Dony, warga lantas melapor ke Polsek Tarik dan Satpol PP setempat.

"Korban diamankan, agar tidak mengamuk kaki dan tangan diikat karena yang bersangkutan memiliki gangguan jiwa," jelasnya.

Baca Juga: Mayat Bersimbah Darah Ditemukan di Simokerto Surabaya, Polisi: Kaitan Asmara

Petugas lalu menghubungi keluarga korban, yang kemudian dibenarkan jika yang bersangkutan memang memiliki riwayat gangguan jiwa.

"Keluarga membenarkan. Dari keterangan saksi yang memancing di lokasi kejadian, melihat korban turun ke dalam air dengan kondisi seperti jatuh, karena malam hari saksi tidak melanjutkan pencarian dan berpikir air itu tidak dalam karena ada trap-trapnya," bebernya.

Polsek Tarik dan Satpol PP pun membenarkan jika tangan korban diikat karena akan dibawa ke Dinas Sosial.

Baca Juga: Misteri Mayat Penuh Luka di Gurah Kediri, Diduga Korban Kecelakaan

"Dengan kondisi mengarah ke Dinas Sosial yang bersangkutan mengamuk dan diturunkan di Mojosari. Saat proses penurunan itu, tali rafia itu diputuskan dengan rokok dari Satpol PP. Baru saat disulut dan tali lepas, yang bersangkutan melarikan diri ke arah semula. Dari saksi, ini bukan kasus pembunuhan tapi murni kecelakaan jatuh ke dalam air. Dari hasil otopsi tidak ada bekas kekerasan hanya ada gumpalan pasir dan air yang masuk ke dalam paru-paru," jelasnya.

Sedangkan darah yang keluar dari hidung korban, akibat pembuluh darah ke otak kurang oksigen sehingga pecah.

"Tidak ada unsur kelalaian, tidak ada perencanaan karena jatuhnya ini bukan dikejar, didorong namun hanya untuk mengamankan agar tidak menggangu warga. Darah keluar karena pembuluh darah ke otak kurang oksigen itu pecah lalu mengeluarkan darah," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.