Jumat, 19 Jun 2026 13:28 WIB

Bikin Meleleh, Begini Cerita Anak-anak Yatim Akibat Covid-19 di Ponorogo

Polisi memberikan bantuan kepada salah satu anak yatim akibat Covid-19 di Ponorogo
Polisi memberikan bantuan kepada salah satu anak yatim akibat Covid-19 di Ponorogo

jatimnow.com - Sejumlah anak di Ponorogo menjadi yatim lantaran orangtuanya meninggal akibat terpapar Covid-19. Salah satu yang kini hidup tanpa ayah dan ibunya itu adalah Yofan (7).

Kini, Yofan sehari-hari dirawat kakek dan neneknya di Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, setelah ayah dan ibunya meninggal hampir bersamaan akibat terpapar Covid-19.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Saya tinggal sama mbah. Ibu dan bapak sudah gak ada," ucap Yofan saat ditemui di rumah kakek neneknya, Jumat (27/8/2021).

Cerita serupa juga dialami Agung Triyoga (16). Dia kini hanya tinggal bersama empat saudaranya di Desa Japan, Kecamatan Babadan, setelah kehilangan orangtuanya.

"Orangtua saya sudah tidak ada. Dua-duanya meninggal karena Covid-19," tutur Agung.

Kini, Agung harus merawat adiknya yang paling kecil berusia 6 tahun. Sebab adiknya itu masih mengira orangtua mereka sakit dan masih dirawat di rumah sakit.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Adik tidak tahu kalau bapak ibu sudah meninggal. Tahunya sakit dan berobat di rumah sakit," jelasnya.

Sementara Kanit Binmas Polsek Babadan, Aiptu Dyah Nima Setyani mengaku prihatin dengan kondisi kedua anak tersebut. Dirinya bersama anggota kemudian turun untuk mendata anak-anak yang ditinggal orangtuanya.

"Tujuannya jika ada kegiatan bakti sosial dari polsek maupun polres, kami bisa mengutamakan anak-anak ini," tutur Dyah.

Baca Juga: AKPI Jatim Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim

Dyah lalu mengunjungi anak-anak tersebut sembari menyalurkan bantuan berupa sembako. Juga ada sejumlah uang untuk sekedar meringankan beban mereka. Sekaligus bertanya kabar serta kondisi anak-anak itu.

"Para tetangga mereka untungnya kompak. Jadi kadang ada yang memberikan beras atau sayuran kepada anak-anak ini," pungkas Dyah.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.