Jumat, 12 Jun 2026 06:17 WIB

Lempar Uang Koin, Menpar dan Bupati Anas Meriahkan Ritual Suku Osing

  • Penulis :
  • | Sabtu, 16 Jun 2018 23:52 WIB
Bupati Anas dan Menpar Arief melemparkan koin dalam ritual sembur uthik-uthik
Bupati Anas dan Menpar Arief melemparkan koin dalam ritual sembur uthik-uthik

jatimnow.com - Ritual Barong Ider Bumi adalah salah satu tradisi pada hari kedua usai Idul Fitri di Banyuwangi. Ritual yang diyakini warisan leluhur suku Osing ini bertujuan untuk menolak bencana.

Pada kesempatan lebaran 2018 ini, ritual Barong ider Bumi dihadiri oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dan Bupati Abdullah Azwar Anas.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Tradisi ini dihelat oleh warga Desa Kemiren setiap 2 Syawal atau  Hari Raya Idul Fitri kedua untuk menjaga keseimbangan alam dan kehidupan warga setempat.

Bupati Anas mengaku akan konsisten menjaga tradisi itu sebagai bentuk mempertahankan kearifan lokal. Untuk mendukung pelestarian tradisi masyarakat itu pihaknya berupaya untuk mengenalkan kepada masyarakat dibalut dengan agenda wisata.

"Saat daerah lain membawa tema global ke tingkat lokal, Banyuwangi justru sangat bangga memperkenalkan budaya lokal ke tingkat global karena nilai-nilai kearifan yang dimiliknya," kata Anas, Sabtu (16/6/2018).

Sementara itu, Menpar Arief Yahya mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang konsisten melestarikan tradisi lokal, Barong Ider Bumi dari Desa Kemiren yang telah berumur 116 tahun ini.

"Saya ucapkan selamat kepada masyarakat Desa Kemiren karena ritual Barong Ider Bumi saat ini sudah jadi trending topic nasional. Maka, saya minta, tradisi ini terus dilestarikan," kata Menpar saat membuka acara.

Menurut Arief, saat ini Banyuwangi juga telah menjelma menjadi kota budaya nasional karena memiliki 77 event agenda pariwisata sepanjang tahun.

Baca Juga: Ikut Halalbihalal, Tiga Sivitas ITS Surabaya Dapat Hadiah Umroh

Seperti Festival Gandrung Sewu dan Internasional Tour de Banyuwangi Ijen yang masuk dalam 100 even nasional.

"Bahkan, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) masuk dalam Top 10 event nasional. Ini bukti bahwa Banyuwangi layak dijuluki kota festival terbaik nasional," ujar Menpar.

Usai pembukaan, Menpar dan Anas berbaur bersama warga mengikuti prosesi bersih desa dan mengelilingi desa sambil menaiki kereta kencana menuju ke arah barat.

Di sepanjang jalan, Arief dan Anas menyapa masyarakat sambil menyebarkan uang receh atau istilah Osingnya sembur uthik-uthik.

Baca Juga: Lebaran 2026, Bongkar Muat di Priok Tetap Stabil

Mengetahui hal itu, nampak puluhan warga berebut mengambil uang pecahan receh dengan total nilai Rp 5 juta.

Diakhir acara, Menpar Arief dan Bupati Anas dan seluruh masyarakat yang hadir manyantab makanan menu khas suku Osing Pecel Pitik Desa Kemiren.

Reporter Hafiluddin Ahmad
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.