Prof Mulyanto Kembali Terpilih Jadi Rektor Untag Surabaya, Ini Harapan YPTA
- Penulis : Farizal Tito
- | Senin, 16 Agu 2021 17:09 WIB
jatimnow.com - Prof. Dr. Mulyanto Nugroho kembali terpilih sebagai Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya masa bakti 2021-2025.
Guru Besar Ilmu Akuntasi itu kembali terpilih untuk kedua kalinya melalui Komite Persiapan dan Penetapan Rektor (KPPR), Pengurus Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan
Surat Keputusan YPTA Surabaya juga secara resmi memberi amanah kepada Harjo Seputro sebagai Wakil Rektor I dan Dr. Abdul Halik sebagai Wakil Rektor II Untag Surabaya periode 2021-2025.
Ketua KPPR Untag Surabaya Supangat menyampaikan, sebelum penetapan tersebut, seluruh kandidat mengikuti proses penjaringan. Proses dilakukan untuk menumbuhkan masa depan Untag Surabaya yang lebih baik.
Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital
"Terimakasih untuk seluruh bakal calon rektor dan wakil rektor yang sejauh ini telah mengikuti tahapan-tahapan seleksi sesuai dengan prosedur. Kami yakin semua memiliki tekat kuat demi yang terbaik untuk Untag Surabaya," ujar Supangat, Senin (16/8/21).
"Sementara bagi yang telah resmi ditetapkan sebagai rektor, wakil rektor I dan wakil rektor II Untag Surabaya, untuk ke depan mampu menjalankan amanah sebaik-baiknya sesuai visi dan misi Kampus Merah Putih," tambah Direktur Direktorat Sistem Informasi YPTA Surabaya tersebut.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan
Seiring dengan diterapkannya kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Supangat berharap nama-nama di atas turut menyukseskan program itu di Untag Surabaya.
"Tentunya kami berharap rektor dan wakil rektor Untag Surabaya periode 2021-2025 yang sebentar lagi akan dilantik, mampu membawa perubahan nyata serta menunjang implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka," tandas Dosen teknik Informatika itu.
Editor : Narendra Bakrie