Jumat, 19 Jun 2026 07:07 WIB

Kisah Anak Yatim di Ponorogo Jual Pentol Keliling untuk Bantu Ekonomi Keluarga

jatimnow.com - Menggantikan ayahnya yang telah meninggal akibat Covid-19 sejak pertengahan Juli lalu, seorang siswa kelas 9 di Ponorogo menjadi tulang punggung keluarganya.

Abi Rizal Mandani, pelajar SMP Negeri 3 itu menggantikan ayahnya yang bernama Triyono (55), berjualan pentol dan batagor keliling.

Baca Juga: AKPI Jatim Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim

Di rumahnya yang berada di Kelurahan Beduri, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, setiap pagi siswa berumur 14 tahun itu membantu ibunya yang bernama Muryati (56). Mereka berdua membuat pentol dan batagor.

Abi yang merupakan anak tunggal itu selesai membuat pentol dan batagor kemudian menjajakannya berkeliling menggunakan motornya hingga 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Sukorejo, Ponorogo Kota, Kauman atau Sumoroto.

"Bapak meninggal. Dulu bapak yang jualan, sekarang gantian saya. Kasihan ibu kalau yang keliling," kata dia, Sabtu (14/8/2021).

Menurut anak yatim ini, dirinya saat berjualan terkadang bertemu dengan guru atau temannya sekolah.

"Kalau ketemu guru, ya malah kadang kasih lebih uang. Kalau teman ketemu ya becanda," ujarnya.

Ia menjelaskan, dirinya berjualan setiap pagi pukul 08.00 Wib hingga pukul 11.00 wib. Kemudian dirinya kembali berangkat pukul 15.00 Wib hingga 17.30 Wib.

Baca Juga: Gandeng Baznas, KKKS Tulungagung Santuni Ribuan Anak Yatim

Dirinya menyebut tidak menargetkan menghabiskan dagangannya. Ia lebih mengutamakan sekolah untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang polisi.

"Kalau pagi ada sekolah daring atau tugas, saya selesaikan dulu," terangnya.

Muryati menjelaskan awalnya dirinya tidak memperbolehkan anak tunggalnya itu untuk berjualan.

"Setelah anak saya meyakinkan, akhirnya saya relakan untuk menggantikan jualan suami saya yang meninggal," kata Muryati.

Baca Juga: Senyum Anak Yatim Warnai Buka Puasa Alumni MM UC Surabaya

Ia hanya berpesan kepada anaknya untuk tetap belajar dan mengutamakan sekolah. Sehingga jika ada sekolah baik itu secara daring atau luring, agar tetap belajar.

Maryati menyebutkan selain membuat pentol bakso, dirinya juga menjadi asisten rumah tangga (ART) di Ponorogo.

"Pokoknya pesan saya, jangan sampai lalai dalam sekolah," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.