Jumat, 19 Jun 2026 03:33 WIB

Berdayakan Petani Lemon Banyuwangi, Pemuda Kaki Gunung Raung Juara Jagoan Tani

  • Penulis :
  • | Selasa, 10 Agu 2021 12:26 WIB
Penyerahan hadiah kepada anak muda Jagoan Tani
Penyerahan hadiah kepada anak muda Jagoan Tani

jatimnow.com – Program 'Jagoan Tani', ajang menumbuhkan semangat kewirausahaan bidang agribisnis untuk anak muda di Banyuwangi, telah menyaring tim juara.

Sebanyak 1.489 anak muda dari 427 tim mengikuti ajang ini, yang terbagi dalam kategori ide bisnis dan rintisan usaha, dengan total hadiah modal Rp 150 juta.

Baca Juga: Generasi Muda Tak Rebahan, Inovasi Anak Muda Ini Jawab Masa Depan Hijau

Berbagai usaha rintisan dan ide bisnis diajukan dan didiskusikan, mulai pertanian pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga kehutanan.

Untuk kategori rintisan usaha, juara pertama adalah sekelompok anak muda Desa Jambewangi di kaki Gunung Raung, dengan nama 'Lemonto'.

Mereka memproduksi berbagai olahan buah lemon, seperti sari lemon, essential oil, lemon kering, sabun, serta hand sanitizer.

Semuanya berasal dari buah yang dikembangkan petani lemon Banyuwangi. Mereka pun mendapatkan stimulus modal Rp 50 juta yang diserahkan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha.

Beni Irwanto, ketua tim 'Lemonto menceritakan bisnisnya dirintis sejak 2020. Melihat harga lemon jatuh saat panen raya, Beni terinspirasi membuat produk minuman sari lemon untuk meningkatkan harga jualnya.

"Alhamdulillah produk kami diterima pasar. Apalagi di saat pandemi ini banyak orang yang membutuhkan minuman penambah imunitas. Produk kami merambah berbagai daerah di Jawa, Sumatera, dan Papua," kata Beni dalam siaran pers ke redaksi, Selasa (10/8/2021).

Selain minuman sari lemon, Beni mengembangkan usahanya dengan berbagai produk turunan lemon yang lain. Seperti essential oil, lemon kering, sabun serta hand sanitizer.

"Prinsip kami zero waste. Semua bahannya kami olah, tidak ada yang terbuang. Termasuk kulitnya," ujarnya.

Untuk mendapatkan bahan baku, Beni bermitra dengan petani lemon di kaki Gunung Raung. Dulu, kata Beni, saat panen raya harga lemon dari desanya hanya Rp 4000 - Rp 5000 per kilogram.

Baca Juga: Krisis Iklim, Suara Anak Muda Desak Aksi Nyata Selamatkan Bumi

Dengan usaha Lemonto yang dia rintis, petani menjadi lebih untung karena harga jualnya lebih tinggi.

"Usaha ini bisa memberikan nilai tambah kepada petani lemon desa kami," paparnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani gembira program 'Jagoan Tani' mendapatkan animo tinggi dari anak muda.

"Anak muda Banyuwangi harus tetap bersemangat dan berkreativitas meski pandemi ini memang menghadirkan situasi yang sulit. Jagoan Tani menjadi salah satu pintu untuk mengajak anak-anak muda masuk ke agribisnis, membantu petani, memberi nilai tambah, memberdayakan berbagai potensi lokal," ujarnya.

Menurut Ipuk, regenerasi petani adalah isu penting dalam pertanian Indonesia. Hasil Sensus Pertanian menyebutkan, hanya sekitar 12 persen petani berusia di bawah 35 tahun.

Baca Juga: Anak Muda Geram! Pemerintah Dinilai Lambat Berantas Korupsi

"Maka kita perlu cara kreatif untuk melahirkan generasi muda petani yang inovatif, visioner, melek teknologi, untuk membantu pengembangan pertanian," jelasnya.

'Jagoan Tani' sendiri adalah hasil transformasi dari kompetisi bisnis pertanian yang rutin digelar Banyuwangi sejak 2018.

Rangkaian mentoring juga dijalankan, dengan menghadirkan mentor yaitu Direktur Transformasi Bisnis PT Pupuk Indonesia Panji Winanteya, agripreneur Ipang Wahid, Dekan Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 Ervina Wahyu, Luh Putu Suciati dari Pusat Inkubator Bisnis Teknologi Universitas Jember, serta pakar pemasaran digital Cucuk Rustandi.

Para juara lainnya untuk kategori rintisan usaha adalah 'Pay Farm' yang mengintegrasikan smart garden dan aqua scape, 'Agropreneur System' (pakan ternak berkonsep zero waste), 'Bumi Sakti' (pengembangan melon di lahan pesisir dengan teknologi irigasi tetes), 'Generasi Organik' (pemanfaatan cacing tanah untuk pengembangan pupuk organik), dan 'Dadong Awok Farm' yang beternak domba.

Adapun untuk kategori ide bisnis (business plan), juaranya adalah tim 'Caraka Muda' dengan sayur hidroponik, 'Azyanti Solid' (mi berbasis singkong), 'Jamer Team' (pemasaran olahan jahe merah), 'Date Liner' (platform lelang berbagai komoditas), 'Banyuwangi Cerdas Griwangi' (platform yang menghubungkan petani dan konsumen), dan 'Obugame' (produksi berbagai olahan buah naga).

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.