Senin, 15 Jun 2026 14:32 WIB

Pemerintah Diminta Beri Beasiswa Anak Yatim Korban Covid-19

Anggota Komisi XI DPR RI, M. Sarmuji
Anggota Komisi XI DPR RI, M. Sarmuji

jatimnow.com - Banyak anak di Indonesia menjadi yatim piatu lantaran kedua orangtuanya meninggal akibat Covid-19. Pemerintah diminta memberikan beasiswa bagi anak-anak dengan kategori tersebut.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI, M. Sarmuji. Ketua DPD Golkar Jatim itu menyebut bahwa pendidikan adalah fase untuk menambahkan kecakapan dalam perkembangan kehidupan manusia. Juga menjadi sarana penting bagi mobilitas vertikal masyarakat.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Kehilangan kesempatan belajar berarti kehilangan kesempatan dalam mobilitas vertikal, kehilangan kesempatan untuk memperbaiki taraf hidup. Bagi anak yang kehilangan orangtuanya, bisa mengalami penurunan taraf hidup di masa depan jika pendidikannya tidak terperhatikan," ungkap Sarmuji di Surabaya, Senin (9/8/2021).

Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76 adalah momentum sangat tepat untuk memberikan perhatian kepada mereka. Katanya, pemerintah harus harus hadir untuk menyelamatkan pendidikan anak yatim korban Covid-19.

Sarmuji menilai, kondisi ekonomi yang masih belum pulih seutuhnya ditambah dengan kehilangan orangtua menjadi ancaman tersendiri bagi siswa untuk terus melanjutkan pendidikan.

Baca Juga: Adela Kanasya Adies Tebar Kurban untuk Warga Surabaya dan Sidoarjo

"Jika pemerintah memberikan beasiswa bagi anak-anak yatim yang orang tuanya meninggal karena Covid-19, maka mereka masih bisa mengakses pendidikan walaupun kondisi ekonomi masih belum stabil sepenuhnya," tambahnya.

Selain fokus pada penyiapan pembangunan infrastruktur dan teknologi pengajaran di masa pendemi, pemerintah juga diminta Sarmuji untuk memikirkan bagaimana nasib anak-anak yang orangtuanya meninggal karena Covid-19.

Baca Juga: Legislator PKB Salurkan Ratusan Hewan Kurban di Jember dan Lumajang

Dia menambahkan bahwa ancaman dari ketiadaan akses pendidikan bagi anak usia sekolah akan menimbulkan permasalahan sosial di kemudian hari seperti pekerja usia dini dan pernikahan di bawah umur.

"Untuk itu pemberian beasiswa ini bukan saja untuk menjaga akses pendidikan bagi anak, tetapi menyelamatkan satu generasi di masa mendatang," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.