Jumat, 12 Jun 2026 15:14 WIB

Mahasiswa Kampus Ini Ciptakan Permainan Edukasi Bernama Heksama Card

Permainan edukasi Heksama Card untuk membantu belajar siswa SD
Permainan edukasi Heksama Card untuk membantu belajar siswa SD

jatimnow.com - Inovasi pembelajaran menyenangkan untuk siswa Sekolah Dasar (SD) diciptakan mahasiswa Prodi PGSD Unusa. Diberi nama Heksama Card, gim edukasi ini terinspirasi dari permainan monopoli.

Neneng Anggraeni, salah satu mahasiswa yang menciptakan permainan itu menjelaskan perbedaan alat bantu belajar tersebut dengan monopoli. Dimana pada setiap langkah ada satu pertanyaan dari mata pelajaran yang sudah disesuaikan.

Baca Juga: Kampus Turun Gunung atau Sekadar Dipanggil Saat Perlu?

"Permainan ini kami bagi dua tingkat kesulitan. Pertama untuk kelas rendah buat siswa SD Kelas 1, 2, dan 3. Mata pelajarannya meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya dan Prakarya (SBdP), Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Bahasa Inggris dan PPKn. Sedangkan untuk kelas Tinggi, yakni siswa SD kelas 4, 5 dan 6 meliputi pelajarannya Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, SBdP dan PPKn," urainya, Minggu (8/8/2021).

Terdiri dari bidak berbentuk karakter anak berbaju pakaian daerah, serta satu buah dadu, tentu menjadi daya tarik bagi anak-anak yang memainkannya.

Meskipun mirip dengan monopoli, namun Neneng yakin jika Heksama Card berbeda dari segi bentuk, konsep, aturan dan panduannya.

"Kami desain sedemikian rupa sesuai gagasan tim kami untuk mempermudahkan siswa SD untuk belajar," tegasnya.

Setiap pemain wajib menjawab pertanyaan yang ada di balik kartu soal, tentunya dengan memperhatikan instruksi kartu perjalanan.

Baca Juga: Indonesia Brain Health: Cara Unik Mahasiswi Unair Edukasi Kesehatan Otak

"Sehingga Heksama Card dapat digolongkan sebagai media pembelajaran alternatif yang kreatif dan inovatif dalam mendukung anak giat belajar, dan mendukung hak anak dalam belajar," jelas Neneng.

Mahasiswa Semester IV ini yakin media pembelajaran tersebut dapat meningkatkan literasi dan numerasi pada anak. Sehingga mampu menjadikan anak untuk berpikir kreatif, tanggap dan cermat.

"Terpenting agar siswa belajar dalam keadaan senang, tidak penuh dengan tekanan. Semua kunci jawaban dari pertanyaan dalam kartu kami berikan, dan yang memiliki skor tinggi yang menang," jelas Neneng.

Baca Juga: Merawat Kampus Agar Tetap Bersuara

Sementara itu, Kaprodi PGSD Unusa Sri Hartatik, berharap melalui permainan interaktif ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Permainan ini dalam satu kali permainan melibatkan 3 hingga 6 peserta.

"Pengembangan media pembelajaran ini selain sebagai alat bantu pembelajaran atau edukasi juga untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, karena telah disesuaikan dengan usia perkembangan kognitif siswa SD," katanya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.