Kamis, 18 Jun 2026 04:40 WIB

Pentingnya Modifikasi untuk UMKM di Tengah Pandemi Covid-19 Ala Gerindra Jatim

Diskusi 'Kamisan' Gerindra Jatim
Diskusi 'Kamisan' Gerindra Jatim

jatimnow.com - DPD Partai Gerindra Jawa Timur menggelar diskusi virtual 'Kamisan' dengan tema 'Geliat UMKM Di Tengah Pandemi' melalui kanal YouTubenya, Kamis (8/7/2021).

Diskusi yang dipimpin Wakil Sekretaris Gerindra Jatim Najih Farhoq itu mendatangkan beberapa pegiat UMKM yang mampu bertahan di tengah Pandemi Covid-19.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Para pegiat UMKM itu di antaranya CEO Markaz Desain Hendrik Bayu Admiko, Petani Millenial dan Pelaku Usaha Aang Cahyo Saputro serta Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Abdul Halim.

CEO Markaz Desain Hendrik Bayu Admiko menyebut ada beberapa strategi yang harus dilakukan pelaku UMKM di tengah Pandemi Covid-19. Salah satunya memodifikasi cara penjualan hingga memodifikasi produksi agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

"Kita benahi strategi pemasarannya, entah itu kolaborasi, modifikasi ataupun pemasaran," terang Hendrik.

Hendrik mencontohkan, salah satu UMKM binaannya yang sukses bertahan dengan memodifikasi jajanan basah menjadi kering sehingga lebih tahan lama.

"Salah satu contohnya itu ada penjual Brownies yang biasanya dikonsumsi sebagai oleh-oleh atau apa, nah ini kita modifikasi jadi bisa dikirim ke seluruh Indonesia maka muncullah snack brownies jadi prosesioningnya diubah," terangnya.

Setelah itu berlanjut pada memikirkan market yang dituju, bisa dibuat secara umum maupun spesifik, salah satunya kaum milenial.

"Lalu menentukan market itu juga penting apakah milenial atau siapa, lalu yang terakhir adalah brandingnya dengan desain untuk mengangkat harga dan orang lain bangga untuk membelinya meskipun browniesnya itu UMKM atau rumahan," jelas dia.

Datang pula seorang petani milenial dan pelaku usaha Aang Cahyo Saputro yang sukses bertani menggunakan metode Hedroponik di Kabupaten Tulungagung.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

Pria yang telah sukses pada bisnis sayur hidroponik itu memulai bisnisnya di tengah Pandemi Covid-19. Bahkan bisnis yang ia rintis baru dua tahun ini telah memiliki omzet Rp 25 hingga 30 juta dalam satu bulan.

"Saya Hidroponik nah hidroponik adalah memanfaatkan teknologi," kata dia.

Aang mengatakan, perkembangan teknologi saat ini sudah sangat maju. Bahkan, bertani pun tidak harus menggunakan media tanah secara umum.

Sebelumnya, beberapa kata pengantar juga mengawali diskusi tersebut. Abdul Halim mengatakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di dalam rilisnya telah mencatat sekitar 50 persen pelaku UMKM telah gulung tikar di tengah masa Pandemi Covid-19 ini.

"50 persen UMKM mengalami gulung tikar dan berdasarkan data OJK ada 64 juta jiwa. Dan menurut saya ada lebih," ujar Abdul Halim.

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

Hal tersebut sangat mempengaruhi roda ekonomi secara nasional. Seperti kita tahu jika UMKM merupakan tulang punggung Pemerintah dan geliat ekonomi secara nasional.

"99 persen populasi pengusaha di Indonesia secara nilai ini dari UMKM, kemudian 60 persen domistik bruto kita ini dihasilkan dari UMKM," lanjutnya.

Beragam cara telah ia lakukan agar geliat ekonomi ini tetap bisa berjalan. Dia mengaku, melalui kursi di tingkat DPRD Jatim juga telah mendorong pemerintah secepatnya menurunkan bantuan kepada pelaku UMKM.

"Ini hal yang sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan dan kami di DPD Gerindra Jawa Timur sudah melalukan langkah-langkah strategis melalui Sekjen Ahmad Muzani dan Ketua DPD Anwar Sadad dalam rapat-rapatnya terus mendorong Pemerintah untuk mengeluarkan Bantuan Sosial untuk menopang kegiatan ekonomi masyarakat," terangnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.