Senin, 15 Jun 2026 19:39 WIB

Sidak ke Bangkalan, Emil Dardak Temukan Beras Bansos Tak Layak Konsumsi

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak saat sidak beras bansos di Bangkalan, Madura
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak saat sidak beras bansos di Bangkalan, Madura

jatimnow.com - Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Emil Elestianto Dardak menemukan beras tak layak konsumsi saat sidak di Bangkalan, Madura. Diketahui beras itu merupakan bantuan sosial (bansos) yang dikeluarkan Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Di hadapan Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron, Emil meminta beras itu tidak dibagikan kepada warga. Jumlahnya sekitar 1.500 paket dengan kemasan 5 kilogram.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Jadi tadi sudah kita saksikan sendiri bahwa kualitas beras memang tidak baik. Jadi kami menyampaikan kepada Pemkab Bangkalan, jangan didistribusikan dulu, kita akan segera clear-kan dan pastikan terlebih dulu," ujar Emil, Rabu (4/8/2021).

Atas temuan itu, Emil juga telah meminta Dinas Sosial Provinsi Jatim segera mencari pengganti beras bantuan dari Kemensos itu.

"Saya juga sudah sampaikan ke Kadinsos Provinsi Jatim, jangan sampai terlalu lama penggantinya. Dalam hitungan hari sudah harus sampai, karena masyarakat sudah menunggu," jelasnya.

"Kami pastikan bahwa mereka yang sudah terdata tetap harus menerima beras yang layak dan yang ada sekarang ini jangan didistribusikan," tegas Emil.

Baca Juga: Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Mantan Bupati Trenggalek itu menambahkan, sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah harus tetap dijaga. Dia juga berharap kepada Kemensos bisa ambil bagian dari kasus itu.

"Sebenarnya Kemensos sangat responsif untuk hal semacam ini. Jadi kita tahu bahwa ini operasi skala besar. Jadi ini kita perbaiki bersama-sama, kerja bersama. Kami yakin, kalau ini ada kaitan dengan amanat dari supplier yang tidak baik, Kemensos akan mengambil tindakan," tambahnya.

Sementara Bupati Bangkalan Abdul Latif menyebut bahwa pihaknya akan menahan sementara paket beras yang telah sampai di wilayahnya itu.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Bersama Mbak Vinanda Salurkan Bansos Rp1,819 M di Kota Kediri

Dia juga memastikan bahwa 1.500 paket beras tersebut belum ada yang terdistribusi ke masyarakat, mengingat beberapa beras terpantau kurang layak.

"Belum ada yang terdistribusi, karena sesuai dengan arahan Pak Wagub juga, agar beras ini disimpan dulu sambil menunggu pengganti yang lebih baik," tandasnya.

Tercatat ada 3.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tengah menunggu bantuan beras dari pemerintah pusat tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.