Senin, 15 Jun 2026 23:54 WIB

Bom Mobil Meledak di Afghanistan, 3 Warga Sipil Tewas dan 7 Orang Terluka

Ledakan di Kabul, Afghanistan (ilustrasi Republika)
Ledakan di Kabul, Afghanistan (ilustrasi Republika)

jatimnow.com - Ledakan bom mobil diikuti dengan tembakan sporadis menghantam ibu kota Afghanistan, Kabul, pada Selasa (3/8).

Ledakan terjadi di dekat "Zona Hijau" yang dijaga ketat, dan menyebabkan tiga warga sipil serta tiga penyerang tewas.

Baca Juga: Blarrr...!!! Dua Proyektil Meriam dan 1 Mortir Meledak di Mojokerto

Juru bicara Kementerian Kesehatan Ghulam Dastagir Nazari mengatakan, tujuh orang lainnya terluka akibat serangan tersebut.

Sementara seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri mengatakan, operasi pasukan keamanan telah melumpuhkan semua penyerang.

Seorang pejabat senior keamanan mengatakan, ledakan itu disebabkan oleh sebuah bom mobil. Ledakan tersebut menyasar rumah pejabat menteri pertahanan dan kediaman seorang anggota parlemen yang bersebelahan.

Tiga pria bersenjata tak dikenal tewas di lokasi serangan pada Selasa. Wilayah Zona Hijau merupakan rumah bagi pejabat Afghanistan, anggota parlemen dan penduduk terkemuka. Sejauh ini tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Serangan di jantung salah satu daerah paling aman di Kabul itu terjadi selama peningkatan eskalasi kekerasan oleh Taliban.

Serangan Taliban meningkat tajam sejak pasukan asing menarik diri dari Afghanistan mulai 1 Mei. Penarikan pasukan dijadwalkan rampung pada akhir Agustus.

Setelah serangan bom, penjabat Menteri Pertahanan, Bismillah Mohammadi, mengatakan, dia dan keluarganya selamat serta berada dalam kondisi yang aman. Tetapi beberapa penjaga keamanannya terluka.

Seorang juru bicara kepolisian Kabul mengatakan sedikitnya 30 warga sipil telah diselamatkan dari lokasi ledakan. Rumah Sakit Darurat kota mengatakan, sejauh ini telah menerima 11 orang yang terluka dalam serangan itu.

Beberapa menit setelah ledakan, ratusan warga sipil di Kabul turun ke jalan dan meneriakkan, "Allahu Akbar", untuk menyatakan dukungan kepada pasukan pemerintah Afghanistan dan penentangan terhadap Taliban.

Pawai pada malam hari tumpah di seluruh kota. Sebagian besar pria dan beberapa wanita bergabung dalam aksi demonstrasi, dengan membawa lilin dan bendera Afghanistan untuk menandakan oposisi bersatu terhadap kelompok Taliban.

Baca Juga: Gelar Longmarch, Imigran Afghanistan: Tolong Bantu Kami Pindah ke Negara Ketiga

"Seluruh dunia dapat memilih untuk diam tentang apa yang terjadi di Afghanistan, tetapi kami tidak bisa dan tidak akan tinggal diam lagi. Kami akan berdiri berdampingan dengan pasukan keamanan sampai nafas terakhir kami," kata seorang demonstran di Kabul dengan syarat anonim.

Wakil Presiden pertama Afghanistan, Amrullah Saleh, mengatakan, demonstrasi itu adalah momen bersejarah dari sikap emosional dan patriotisme warga.

"Allahu Akbar, kematian teroris Taliban dan pendukung mereka," kata Saleh dalam sebuah cicitan di Twitter pada saat pasukan Afghanistan mengusir militan Taliban dalam operasi pada Selasa malam.

Pekan lalu, penduduk di provinsi barat Herat menerjang jalan-jalan meskipun ada pertempuran di dekatnya untuk memprotes Taliban.

Kota-kota lain dengan cepat mengorganisir aksi serupa pada malam hari, sebagai pesan dukungan untuk pasukan keamanan Afghanistan.

Pasukan Afghanistan mengimbau penduduk kota Lashkar Gah untuk meninggalkan rumah mereka dan menjauh dari daerah yang telah diambil oleh Taliban.

Baca Juga: 4 Bocah Pasuruan Luka Terkena Ledakan Bom Ikan, Polisi: Kondisi Korban Membaik

Hilangnya Lashkar Gah akan menjadi kekalahan strategis besar bagi pemerintah, yang telah berjanji untuk mempertahankan pusat-pusat strategis. Sebagian besar wilayah pedesaan telah jatuh ke tangan Taliban dalam beberapa bulan terakhir.

Taliban mengatakan, anggota mereka telah membunuh seorang gubernur distrik di provinsi Maidan Wardak tengah pada Selasa.

Itu merupakan insiden terbaru dalam serangkaian pembunuhan oleh kelompok pemberontak yang bertujuan untuk menghilangkan pejabat senior pemerintah dan aktivis sosial.

 

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.