Rabu, 17 Jun 2026 17:42 WIB

Lagi, Warga di Mojokerto Meninggal Setelah Kesulitan Cari Rumah Sakit

Ilustrasi/jatimnow.com
Ilustrasi/jatimnow.com

jatimnow.com - Seorang pasien kritis berujung meninggal lantaran tidak dapat tempat di rumah sakit kembali terjadi di Kabupaten Mojokerto. Pasien itu berinisial NA (50), warga Kecamatan Pacet.

Kakak kandung NA, Yeti Muliah mengatakan, adiknya meninggal dunia setelah sempat mendatangi Puskesmas Pacet dan 9 rumah sakit (RS) di Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Wisata Medis Malaysia Kian Diminati, 20 RS Hadir di Surabaya

"Kejadian Minggu tanggal 25 (Juli). Dibawa ke Puskesmas Pacet dulu. Waktu di puskesmas dikasih oksigen disuruh rujuk ke rumah sakit karena saturasinya 45," ujar wanita 52 tahun tersebut ketika dihubungi jatimnow.com, Selasa (27/7/2021).

Baca juga:  Sempat Kesulitan Cari Rumah Sakit, Ibu Muda di Mojokerto Meninggal

Menurut Yeti, dari Puskesmas Pacet kemudian adinya dirujuk ke RS Sumberglagah, RSUD Prof dr Soekandar, RSI Arofah, RS Kartini, RS Sido Waras, RS Gatoel, RSI Hasanah, RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto dan RSUD RA Basoeni.

Baca Juga: Kebakaran RSUD dr Soetomo Surabaya, 1 Pasien Dilaporkan Tewas

"Sangat kesulitan, tidak ada yang kosong. Ada kamar tidak ada oksigen, di ruang IGD penuh semua. Semua rumah sakit bilang kamar penuh dan oksigen habis, jadi tidak dicek sama sekali saat datang," ungkapnya.

Yeti menambahkan, adiknya tersebut mengalami sesak nafas saat tidur setelah minum obat dan tidak memiliki riwayat sakit apapun.

"Tidak ada gejala langsung sesak nafas pukul 07.00 dan pukul 11.30 WIB meninggal karena kehabisan oksigen tadi," bebernya.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Yeti berharap kepada rumah sakit jika ada pasien datang paling tidak dilakukan pemeriksaan atau diberikan penanganan pertama.

"Harusnya tidak seperti itu penanganannya. Minimal dilihat dulu kondisi pasien. Adik sudah dimakamkan biasa saja, protokol kesehatan pakai masker tetap, dimakamkan dari keluarga sendiri," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.