Jumat, 19 Jun 2026 12:21 WIB

Presiden Jokowi Keluhkan Langkanya Obat Covid-19 di Apotek ke Menkes

Presiden Joko Widodo mendatangi apotek di Kota Bogor (Foto: Dok. Setpres)
Presiden Joko Widodo mendatangi apotek di Kota Bogor (Foto: Dok. Setpres)

jatimnow.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menghubungi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sebuah apotek di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/7) sore.

Dalam sidaknya di Apotek Villa Duta, Jokowi tak bisa mendapat produk obat perawatan Covid-19 seperti Oseltamivir, Favipiravir, dan Azithromycin. Pihak apotek mengaku tak bisa mendapat produk tersebut dari pihak distributor.

Baca Juga: Jokowi Titipkan Kota Kediri ke Mbak Vinanda - Gus Qowim

"Pak ini saya cari obat antivirus Oseltamivir nggak ada. Kosong. Stok sudah seminggu lebih. Terus vitamin D3 yang 5.000 juga nggak ada," ujar Jokowi kepada Menkes lewat sambungan telepon.

Dari semua produk obat yang diminta oleh Jokowi, hanya multivitamin yang mengandung Zinc saja yang tersedia. Sementara produk antivirus dan antibiotik yang dicari, persediaannya kosong.

Mendengar keluhan Presiden, Menkes Budi terdengar langsung mencatat semua produk yang langka di pasaran. Ia mengaku langsung melakukan pengecekan ulang di lapangan. Menkes juga sempat menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden atas temuan di lapangan yang ada.

Namun, menurut catatan Budi, ketersediaan obat Covid-19 di sejumlah apotek besar seperti jaringan Kimia Farma, Century, Guardian, dan K24 bisa dipantau melalui situs farmaplus.kemkes.go.

Misalnya, pasokan Favipiravir masih tersedia sebanyak 4.900 unit di Apotek Kimia Farma Tajur, 4.300 unit di Kimia Farma Djuanda, dan 4.200 unit di Kimia Farma Semplak. Ketiganya berada di Bogor.

"Jadi nanti saya double check ya Pak. Itu data online yang ada di rumah sakit itu bisa dilihat by kota segala macam, untuk apotek Kimia Farma, Century, Guardian, K24. Online bisa dibaca semua rakyat," ujar Menkes merespons presiden.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi melakukan inspeksi mendadak di sebuah apotek di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/7) sore. Dalam video yang diterima Republika, terlihat Jokowi menanyakan ke petugas apotek perihal ketersediaan sejumlah obat untuk penunjang perawatan pasien Covid-19.

"Saya mau ini, apa, mau cari obat antivirus yang Oseltamivir," kata Jokowi kepada petugas apotek.

Sayangnya persediaan Oseltamivir di apotek yang tidak disebutkan lokasi spesifiknya itu kosong. Presiden pun menanyakan lagi kepada petugas, di mana obat jenis tersebut bisa dicari.

Baca Juga: Kaesang Dicurhati Warga Kota Malang: Minta Sertifikat Rumah hingga Pekerjaan

"Nah itu, kita juga sudah nggak dapat barang. Oseltamivir yang generik sudah lama (kosong), Pak. Kemarin ada merek Fluvir itu patennya. Tapi itu sekarang juga sudah kosong," jawab seorang petugas apotek yang ditemui presiden.

Namun video yang singkat tidak menunjukkan bagaimana sikap presiden selanjutnya. Permintaan terhadap obat penunjang kesembuhan Covid-19 memang meningkat. Pemerintah sendiri sudah mencanangkan program telemedicine bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri.

Sebagai informasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menegaskan bahwa seluruh obat-obatan penunjang penyembuhan Covid-19 baru bisa ditebus dengan resep dokter.

Obat-obatan yang dimaksud termasuk antivirus, antiparasit, dan antibiotik. BPOM mengingatkan bahwa konsumsi obat tanpa resep bisa berbahaya dan menimbulkan efek samping.

Namun sebagai panduan masyarakat dan tenaga medis, BPOM juga merilis Surat Edaran (SE) BPOM nomor PW.01.10.3.34.07.21.07 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Distribusi Obat degan Persetujuan Penggunaan Darurat yang diteken pada 13 Juli 2021.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Smelter Freeport, Pj Gubernur: Dongkrak Ekonomi Jatim

Menteri BUMN Erick Thohir sendiri telah mengonfirmasi adanya delapan obat ini yang mendapat izin penggunaan darurat alias EUA. Kedelapannya adalah Remdesivir, Favipiravir, Oseltamivir, Immunoglobulin, Ivermectin, Tocilizumab, Azithromycin, dan Dexatemason (tunggal).

 

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

 

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.