Sabtu, 13 Jun 2026 10:23 WIB

Pilihan Pembaca: Penyebar Poster Jadi Tersangka hingga Khofifah Minta Maaf

  • Penulis :
  • | Kamis, 22 Jul 2021 08:19 WIB

jatimnow.com - Berita penyebar poster tolak PPKM Darurat di Kota Pasuruan ditetapkan jadi tersangka menjadi pilihan pembaca pertama pada Rabu (21/7/2021).

Di urutan kedua Presiden Mali diserang saat Salat Idul Adha di masjid. Dan di urutan ketiga Khofifah minta maaf jika penanganan Covid-19 di Jatim belum puaskan masyarakat.

Baca Juga: Kolaborasi Unisla, Arema Lolos Lisensi AFC, Tim Raimas Kalam Munyeng

Redaksi merangkum ketiga berita itu:

Penyebar Poster Tolak PPKM Darurat di Kota Pasuruan Ditetapkan Jadi Tersangka

Penyebar poster provokasi di media sosial (medsos) yang mengajak aksi turun jalan menolak pemberlakuan PPKM Darurat di halaman kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan telah ditetapkan menjadi tersangka polisi.

Identitas tersangka adalah Abdul Hakim (41), warga Sekaran, Desa Wonojati, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.

"Tersangka kita amankan karena terbukti sebagai orang yang menyebarkan di media sosial yaitu pamflet provokasi demo tolak PPKM Darurat," jelas Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto, Rabu (21/7/2021).

Presiden Mali Diserang Saat Salat Idul Adha di Masjid

Baca Juga: Hidupkan Bandara, PMI Terkurung dalam Peti Es, Disorientasi Seksual

Dua pria bersenjata termasuk seorang yang memegang pisau, menyerang Presiden Interim Mali Assimi Goita di Masjid Agung yang terletak di kota Bamako, Selasa (20/7).

Hal tersebut dilaporkan oleh wartawan Agence France-Presse (AFP) yang berada di tempat kejadian.

Percobaan pembunuhan itu terjadi saat Salat Idul Adha. Sejak penyerangan, Goita sudah dibawa ke tempat yang lebih aman dan selamat.

Menteri Agama Mamadou Kone mengatakan kepada AFP, seorang pria telah mencoba membunuh presiden dengan pisau tapi ia sudah berhasil ditangkap.

Baca Juga: Prajurit Tewas, DPRD Jatim Desak Penguatan Perda, Mbak Vinanda Sidak

Khofifah Minta Maaf Jika Penanganan Covid-19 di Jatim Belum Puaskan Masyarakat

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta maaf atas kurang maksimalnya penanganan Covid-19 di Jatim.

Permintaan maaf itu diunggah di akun Instagram @khofifah.ip. Menurutnya, Pemprov Jatim memahami dampak perpanjangan tentu tidak ringan bagi masyarakat.

"Atas nama Pemprov Jatim, saya meminta maaf jika penanganan Covid-19 di Jatim belum dapat memuaskan seluruh masyarakat," tulis Khofifah seperti dilihat jatimnow.com, Rabu (21/7/2021).

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.