Kamis, 18 Jun 2026 04:48 WIB

Ribuan PKL hingga Warung Kecil di Banyuwangi Mulai Terima Bantuan Uang Tunai

  • Penulis :
  • | Minggu, 18 Jul 2021 21:46 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan bantuan uang tunai ke pemilik warung kecil
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan bantuan uang tunai ke pemilik warung kecil

jatimnow.com - Pemkab Banyuwangi mulai menyalurkan dana bantuan uang tunai kepada ribuan warung kecil hingga PKL yang terimbas Pandemi Covid-19 dalam masa PPKM Darurat 3-20 Juli.

Selain kepada PKL dan warung kecil, Pemkab Banyuwangi juga mengalokasikan sembako untuk warga yang membutuhkan yang disalurkan secara bertahap, melengkapi berbagai skema bantuan dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berkeliling ke sejumlah PKL dan pedagang kecil yang telah terdata di sejumlah kecamatan, Minggu (18/7/2021) malam, sembari menyerahkan bantuan uang tunai tersebut. Dia juga mengingatkan agar semuanya selalu menjalankan protokol kesehatan.

"Assalamualaikum. Mohon maaf mengganggu sebentar. Apa kabarnya? Ini selama berjualan selalu pakai masker terus, kan?" sapa Ipuk kepada seorang PKL bernama Subhan.

"Alhamdulillah, iya Bu selalu pakai masker," jawab PKL tersebut.

"Masak? Mungkin karena ketemu saya aja ngomong begitu, mungkin abis ini dicopot maskernya. Semua sudah tahu kok kalau sampeyan ganteng, jadi tidak perlu maskernya dibuka ya Pak pas jualan," sambung Ipuk disambut tawa PKL dan sejumlah pembeli.

Ipuk lantas menjelaskan program bantuan dari Pemkab Banyuwangi sebesar Rp 300 ribu per PKL hingga warung kecil.

"Mau atau tidak? Tapi ada syaratnya lho," tutur Ipuk.

"Apa Bu syaratnya?" sahut PKL itu.

"Syaratnya mudah. Selalu taat protokol kesehatan, maskernya selalu dipakai. Janji ya?" tambah Ipuk yang lantas menyerahkan bantuan uang tunai tersebut.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan bantuan beras ke PKLBupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan bantuan beras ke PKL

Baca Juga: Dinas Sosial Tulungagung Salurkan Bansos Kemensos RI ke Ratusan Masyarakat

Ipuk juga bertemu dengan penjual pentol, Arman, yang mengeluhkan penjualannya susut ratusan persen. Biasanya, dia bisa menjual hingga 15 kilogram, tapi sejak PPKM Darurat hanya 3 kilogram saja.

"Memang turun sangat drastis," ucap Arman.

Para PKL dan warung-warung kecil juga mengeluhkan hal serupa, mengingat memang jam operasionalnya dibatasi.

"Biasanya saya jual jamu sampai pukul 22.00 WIB, tapi sekarang 20.00 WIB. Pendapatan turun sangat banyak," ujar penjual jamu bernama Anwar.

Ipuk meminta agar PKL dan pemilik warung kecil tidak melihat nilai bantuan tersebut. Program ini merupakan solidaritas untuk membantu pelaku usaha ultra mikro sekaligus menjaga bantalan ekonomi warga.

"Target kami lebih dari 3.000 warung/PKL, seperti PKL nasi goreng, gorengan, warkop kecil, dann sebagainya. Kan jam operasional mereka dibatasi, juga tidak boleh makan-minum di tempat. Hari ini, bertahap terus besok dan selanjutnya terus disalurkan," ujarnya.

Baca Juga: Rangkul Warga Sekitar, DWP UIN KHAS Jember Salurkan Bantuan Jelang Iduladha

Ipuk menambahkan, nilai bantuan yang direncanakan sebesar Rp 300 ribu per warung kecil hingga PKL. Namun, dia menyadari bahwa nilai tersebut mungkin tidak bisa menutupi potensi hilangnya omzet para pelaku usaha ultra mikro tersebut.

"Tapi paling tidak semoga bisa membantu," ujar Ipuk.

Dia menambahkan, selain PKL hingga pelaku usaha kecil, bantuan untuk pelaku seni, wisata, penyandang disabilitas, jasa transportasi dan warga yang membutuhkan secara umum juga disiapkan dengan pemberian sembako yang mulai disalurkan bertahap pekan ini.

"Jadi begini, dari pemerintah pusat itu ada bantuan sosial tunai, bantuan pangan nontunai, PKH, BLT dana desa, dan sembako juga. Nah Pemkab Banyuwangi melengkapi juga dengan sembako, kita sudah siapkan. Yang pekan lalu sudah disalurkan juga hasil gotong royong ASN hampir 54 ton beras," tandas Ipuk.

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.