Minggu, 21 Jun 2026 13:04 WIB

Viral Relawan Pemakaman di Pasuruan Joget saat Tunggu Jenazah Pasien Covid-19

  • Penulis : Moch Rois
  • | Jumat, 16 Jul 2021 13:51 WIB
Tangkapan layar video viral relawan pemakaman di Pasuruan joget saat tunggu jenazah pasien Covid-19
Tangkapan layar video viral relawan pemakaman di Pasuruan joget saat tunggu jenazah pasien Covid-19

jatimnow.com - Sebuah video berisi aksi beberapa orang berbaju hazmat berjoget di atas liang pemakaman, viral di media sosial. Belakangan diketahui, aksi itu terjadi di Dusun Podokaton, Desa Bayeman, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.

Camat Gondangwetan, Hari Hijroh Saputro membenarkan bahwa aksi berjoget itu terjadi di wilayahnya. Dia menyebut aksi itu terjadi pada sekitar pukul 22.00 WIB, 14 Juli 2021.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Nggeh (ya), sudah ditangani polsek sampai ke Polres Pasuruan Kota. Mereka tim relawan desa, bukan tenaga kesehatan (nakes). Nakes cuman memantau dan membantu. Sebab saat itu nakes drop karena kecapekan," jelas Hari saat dikonfirmasi, Jumat (16/7/2021).

Hari menambahkan bahwa aksi tersebut dilakukan relawan kesehatan desa setempat saat menunggu kedatangan jenazah pasien Covid-19. Pemakaman itu hanya dihadiri oleh petugas, relawan dan tokoh masyarakat.

"Keluarga almarhum tidak ada yang di lokasi saat itu. Sebab keluarga almarhum masih melakukan isolasi mandiri (isoman)," ungkapnya.

Hari membeberkan bila sanksi yang diberikan kepada beberapa relwan desa itu adalah sanksi sosial, seperti membersihkan lingkungan. Selain itu mereka harus meminta maaf kepada keluarga almarhum.

"Mereka sudah minta maaf dan tidak akan mengulangi hal tersebut. Keluarga almarhum juga memaafkan. Sebab peristiwa itu terjadi saat jenazah masih dalam perjalan," tegasnya.

Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya

Hari menambahkan, setiap desa di wilayahnya terbentuk tim relawan pemakaman untuk membantu nakes memakamankan jenazah korban Covid-19. Kata dia, tanpa bantuan relawan desa itu, personel nakes tidak akan mampu untuk melaksanakan tugas pemakaman.

"Mereka (yang berjoget) adalah ujung tombak kami dan mereka juga tidak dibayar sama sekali dalam memakamkan korban Covid-19. Jadi mohon maklum," tandasnya.

Sementara Kojak Suprianto, salah satu tokoh pemuda Desa Bayeman menyebut bila warga setempat yang menggali kubur merasa lucu dengan berpakaian hazmat tersebut.

Baca Juga: Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok saat Rapat Minta Maaf: Saya Khilaf

"Sebenarnya boleh guyonan, tapi tempatnya sangat tidak pas. Warga dan keluarga almarhum sudah memaafkan dan memaklumi. Penggali makam itu kan warga desa, mereka pakai APD ketika menggali itu merasa lucu," beber Kojak.

 

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.