Senin, 22 Jun 2026 17:04 WIB

Terhasut Poster Tolak PPKM Darurat, Ratusan Remaja Bikin Onar di Kota Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 15 Jul 2021 18:57 WIB
Para remaja yang bikin onar diamankan di Mapolres Pasuruan Kota
Para remaja yang bikin onar diamankan di Mapolres Pasuruan Kota

jatimnow.com - Ratusan remaja di Kota Pasuruan turun ke jalan melakukan unjuk rasa menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Kamis (15/7/2021).

Mereka disebut-sebut awalnya berkumpul di Jalan Pahlawan dan Jalan Wahidin Sudiro Husodo Kota Pasuruan sekitar pukul 13.00 WIB. Kemudian longmarch ke arah Stadion Untung Suropati sebelah kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan.

Baca Juga: Rakyat Surabaya Menggugat, Pedagang-Ojol Suarakan Keresahan di Taman Apsari

Namun saat mereka jalan kaki dan mengendari motor, sejumlah anggota Polres Pasuruan Kota datang dan menghalau. Tak pelak, para peserta aksi langsung kocar-kacir.

Meski ada yang memilih kabur, beberapa lainnya malah nekat melempari polisi dengan batu. Bahkan sebuah pos polisi dan rumah warga jadi sasaran pelemparan batu tersebut.

Baca juga:  Beredar Poster Seruan Aksi Tolak PPKM Darurat di Kota Pasuruan, Polisi: Hoaks

"Adik-adik yang demo ini rata-rata dari luar Kota Pasuruan. Ada yang dari Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo. Tuntutan mereka juga tidak jelas. Tapi sepertinya mereka terpengaruh pamflet yang beredar beberapa hari lalu, yang disebar oleh orang yang tidak bertanggungjawab," jelas Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman.

Baca Juga: Aksi di Bundaran Tugu Malang Memanas, Massa Desak MBG dan Kopdes Dihentikan

Menurut Arman, selain mengamankam ratusan peserta aksi, sejumlah motor, beberapa poster berisi tulisan tolak PPKM Darurat dan replika keranda mayat bertuliskan korban Covi-19 juga diamankan.

"Warga Kota Pasuruan merasa resah dengan pergerakan para remaja tersebut. Bahkan warga asli Kota Pasuruan sempat bergerak mengeroyok para peserta aksi. Makanya mereka (peserta aksi) langsung kita amankan ke mapolres," ungkap Arman.

Atas peristiwa itu, Arman memastikan bahwa timnya sudah bergerak untuk mengungkap siapa dalang dari aksi unjuk rasa yang mengorbankan para remaja itu.

Baca Juga: Kader NasDem Jember Desak Dewan Pers Sanksi Majalah Tempo

"Akan kita telusuri oknum-oknum masyarakat yang menggerakkan adik-adik ini," tegas dia.

Untuk diketahui, pada Senin (12/7/2021) sebuah poster digital berisi seruan aksi tolak PPKM Darurat beredar di media sosial. Salah satu poster berisi tulisan "Pasuruan Melawan. Seruan Aksi: Tolak PPKM Darurat, Menindas Rakyat Kecil. Kamis 15 Juli 2021 di Halaman Kantor Wali Kota Pasuruan".

"Ini yang kita sayangkan. Media sosial dijadikan propaganda orang yang tidak bertanggung jawab. Kasihan anak-anak muda ini dijerumuskan," pungkas Arman.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.