Selasa, 16 Jun 2026 12:15 WIB

Cerita Istri di Kota Pasuruan yang Dituduh Suaminya Selingkuh

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 15 Jul 2021 15:43 WIB
Sabit yang dipakai membacok korban
Sabit yang dipakai membacok korban

jatimnow.com - Nenek Sukarsih (64), asal Jalan Veteran, Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo yang dituduh selingkuh oleh suaminya karena keramas memberikan klarifikasi kepada Unit PPA Polres Pasuruan Kota. 

"Saya ini sudah tua, masak saya selingkuh. Apa yang mau diambil dari saya. Sudah tidak ada rasa. Yang namanya mandi, masak tidak boleh keramas," ujar Sukarsih dihadapan penyidik Unit PPA Polres Pasuruan Kota di Mapolsek Bugul Kidul.

Baca Juga: Pemkab Probolinggo Nonaktifkan Oknum ASN Puskesmas Krejengan Diduga Selingkuh

Kepada polisi, Sukarsih mengaku jika suaminya yang bernama Abdullah (64), telah tiga tahun ini sering berbuat kasar atau melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap dirinya. Ia menyebut, penyebab dirinya dianiaya ata berbagai macam perihal kehidupan rumah tangga.

"Kekerasan yang dilakukan Kakek Abdullah, kadang sampai membuat nenek Sukarsih kabur dari rumah. Ia pergi ke rumah anaknya atau adiknya. Tapi kemudian keduanya damai lagi," kata salah satu penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Pasuruan Kota, Bripka Johan, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: Diduga Selingkuh dengan Istrinya, Kakek di Kota Pasuruan Bacok Kepala Tetangga

Puncaknya, kemarahan Kakek Abdullah yang menuduh Nenek Sukarsih selingkuh dengan tetangganya bernama Budi Hadi Wijaya (58). Setelah Sukarsih mandi dan keramas, pelaku langsung menarik rambut isterinya dan menamparnya di bagian wajah.

Baca Juga: Ini Motif Suami Aniaya Istri Hingga Meninggal di Blitar

"Karena terlalu seringnya melakukan kekerasan terhadapnya, Sukarsih pun juga melaporkan suaminya ke Unit PPA," ungkapnya.

Tak puas menganiaya istrinya, pelaku kemudian melampiaskan kemarahannya kepada Budi Hadi Wijaya yang juga tetangganya sendiri dengan jalan membacoknya menggunakan senjata tajam (sajam) jenis sabit di salah satu gang pada Senin (12/7) malam.

"Korban dan warga lainnya memang memanfaatkan gang tersebut untuk pulang ke rumah. Perselingkuhan kan tidak bisa terbukti kalau tidak tertangkap tangan," tegasnya.

Baca Juga: Ditemukan Tewas, Perempuan di Blitar Ini Diduga Menjadi Korban KDRT

Kasus pembacokan tersebut kini ditangani oleh Mapolsek Bugul Kidul. Sedangkan untuk perkara KDRT, ditangani oleh Unit PPA Polres Pasuruan.

"Rencananya Senin (19/7) nanti, Abdullah, Sukarsih dan 4 anaknya dipertemukan untuk proses mediasi," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.