Minggu, 14 Jun 2026 17:33 WIB

Perjalanan Biduan Cantik hingga Jadi Pejabat Desa di Bojonegoro

Nia Indrawati
Nia Indrawati

jatimnow.com - Mengabdi ke masyarakat sudah menjadi keinginan dan cita-cita Nia Indrawati sejak dulu. Sementara dunia tarik suara, sudah ditekuninya sejak kecil.

Kini, Nia harus membagi waktu dan fikirannya antara menjadi Kasi Pemerintahan Desa Mlinjeng, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro dengan menjadi seorang biduan dangdut.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Nia yang kini sudah bersuami dan memiliki satu anak tersebut bercerita bahwa dirinya sudah rajin mengikuti berbagai lomba tarik suara sejak masih SMP.

"Saya mulai bisa nyanyi dari SD, tapi baru berani tampil di panggung saat SMP. Ikut lomba-lomba," ujar Nia kepada jatimnow.com, Kamis (8/7/2021).

Menjadi penyanyi dangdut dengan nama panggung Nia Agustin juga membesarkan namanya. Nia kerap diundang mengisi panggung pertunjukan, mulai dari hajatan pernikahan hingga konser.

Berbekal motor, Nia mengawali karir menjadi seorang biduan dangdut dengan honor Rp 50 ribu hingga 500 ribu sekali manggung.

"Dulu nyanyinya masih naik motor dan ganti bajunya juga di tempat yang punya hajat, di antar sama bapak," terangnya.

Baca Juga: Korupsi Desa Kediri, Terdakwa Dituntut 9 Tahun, Sosok Politisi Absen di Sidang

Meski telah tergabung dalam dunia pemerintahan, Nia mengaku masih belum bisa meninggalkan dunia tarik suara secara total. Karena dunia musik itulah yang mengangkat nama dan ekonomi keluarganya.

Kemudian, Nia mengikuti seleksi pejabat desa secara umum di Bojonegoro. Dia pun berhasil mengalahkan 19 kandidat lainnya. Dan baru sekali itu mendaftar, Nia langsung diterima hingga dilantik pada 28 Juni 2021.

"Prosesnya saya mendaftarkan diri di balai desa kemudian melengkapi persyaratan-persyaratan yang sudah ditentukan. Dari calon perangkat menjadi peserta ujian dan alhamdulillah saya lulus. Baru kali ini ikut mas, pesaing saya 19 peserta," tambahnya

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

Kini, hari-hari Nia disibukkan untuk melayani masyarakat. Berbekal tekad dan restu dari orang-orang terdekat, dia optimis bisa ikut andil dalam memajukan desa kelahirannya itu.

"Motivasi saya ingin mengabdi ke masyarakat, ingin membantu melayani masyarakat, serta ingin ikut memajukan Desa Mlinjeng agar semakin Semprul (Sehat Mandiri Produktif Lugas). Semprul adalah jargon dari Desa Mlinjeng," ungkapnya.

Nia Indrawati saat bertugas di desaNia Indrawati saat bertugas di desa

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.