Rabu, 17 Jun 2026 19:55 WIB

Nakes dan Agen Wisata Palsukan Surat serta Buat Alat GeNose dari Kateter Urine

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Senin, 05 Jul 2021 18:19 WIB

jatimnow.com - Tenaga kesehatan (nakes) berinisial HBP (27) dan seorang agen penjual tiket bus wisata, yakni ASK (39) diamankan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Kedua pria asal Sumenep, Madura itu diamankan setelah memalsukan surat GeNose untuk melewati pos penyekatan di Jembatan Suramadu.

Baca Juga: Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan dokumen palsu itu diketahui saat petugas penyekatan melakukan pengecekan penumpang bus dari Sumenep menuju Jakarta.

"Petugas di lapangan menemukan 12 lembar surat palsu untuk mengelabui petugas cek poin," kata Ganis, Senin (5/7/2021).

Polisi kemudian menelusuri pembuatan GeNose palsu tersebut. Kedua pelaku akhirnya ditangkap di Sumenep, Madura.

Ganis menyebut, kedua pelaku tidak hanya membuat surat palsu, tapi juga membuat alat tes GeNose palsu dari kantong kateter urine. Hal itu dilakukan mereka di salah satu SPBU Kecamatan Pekamban, Sumenep.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

"Mereka menyuruh penumpang meniupnya tanpa ada pengawasan dari nakes. Kedua tersangka sempat kehabisan kantong GeNose, diakali dengan menggunakan kantong urine," jelasnya sambil menyebut kedua tersangka dijerat Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun.

Tersangka HBP yang berprofesi sebagai nakes ini telah menjual sebanyak 35 lembar surat GeNose palsu kepada ASK dengan harga Rp 40 ribu per suratnya.

Kemudian ASK yang berprofesi sebagai agen wisata itu menjualnya kembali kepada konsumen sebesar Rp 50 ribu.

Baca Juga: Gus Lilur Deklarasikan Panca Ampera: Stop Kriminalisasi Pengusaha Rokok Rakyat

"Idenya dari saya sendiri. Untuk keuntungan sudah sekitar Rp 2 juta," kata HBP.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.