Senin, 22 Jun 2026 17:02 WIB

Ada Konsekuensi Hukum Bagi Pemda di Jatim yang Tidak Terapkan PPKM Darurat

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak

jatimnow.com - Pemprov Jawa Timur mewajibkan seluruh pemerintah daerah (pemda) di wilayahnya menerapkan PPKM darurat sesuai keputusan Presiden RI Joko Widodo.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengatakan, pemberlakuan PPKM Darurat di Jawa-Bali wajib diikuti oleh seluruh pemerintah kabupaten dan kota se Jatim. Data pertumbuhan pasien aktif Covid-19 dalam setiap harinya menjadi faktor pemberlakuan itu.

Baca Juga: Lita Machfud Arifin Raih Penghargaan Perempuan Inspiratif Jawa Timur 2026

"Tadi arahan oleh Jaksa Agung itu semua harus diikuti hingga ke bawah. Itu hukum, itu aturan dan ada konsekuensi hukumnya terhadap pemerintah daerah yang tidak melakukan," ungkap Emil, Kamis (1/7/2021).

Emil menambahkan, secara esensial, pembatasan aktivitas masyarakat kali ini akan lebih ketat dibanding PPKM sebelumnya.

"Yang jelas seperti yang diperkenalkan PPKM di awal tahun, ini akan lebih ketat," ungkap dia.

Seperti jam buka tutup rumah makan, aktivitas perkantoran, tempat-tempat hiburan hingga pusat berbelanjaan yang menjadi pusat keramaian.

"Kita sudah memiliki kasus angka harian yang lebih tinggi dari apa yang pernah kita puncaki di awal Tahun 2021. Maka, mari kita bekerjasama. Ini momen di mana kita bisa mensukseskan upaya kita untuk bisa mengurangi, bukan hanya melandaikan. Karena landainya saja berat ini," terangnya.

Baca Juga: Survei BI Mei 2026: Indeks Keyakinan Konsumen Jatim Lampaui Nasional

Untuk mensukseskan PPKM darurat, Emil menyebut Pemprov Jatim telah mengalokasikan sejumlah anggaran dari Dana Anggaran Umum (DAU).

"Kita sudah menyisihkan 8 persen Dana Alokasi Umum kita untuk penanganan Covid-19, vaksinasi dan juga sebenarnya itu terus berjalan," sambung dia.

Selain itu, di masa PPKM darurat nanti, pihaknya akan mengebut upaya vaksinasi untuk seluruh masyarakat Jawa Timur dengan target satu hari 100.000 dosis suntikan.

"Pasokan vaksin lancar. Tadi Pak Menteri Kesehatan sudah memaparkan akan mengedrop lagi vaksinasi dan gubernur akan punya kewenangan untuk mengalihkan alokasi ke tempat yang lebih cepat, supaya lebih cepat berjalan," paparnya.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Emil berharap, masyarakat di Jawa Timur bisa ikut mensukseskan upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Tujuan kita bukan hanya menjalankan, tapi mensukseskan upaya penurunan Covid-19. Kepada masyarakat tentunya kami posisi pemerintah daerah harus mensupport dan mensukseskan upaya nasional kita memerangi Covid-19," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.