Jumat, 19 Jun 2026 05:39 WIB

Tak Digaji, Kakek ini Jaga Perlintasan KA Tanpa Palang di Kota Probolinggo

jatimnow.com - Ngadi, asal Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo dengan sukerela setiap harinya menjaga keselamatan para pelintas yang akan menyeberang perlintasan kereta api tanpa palang pintu.

Dengan menggunakan dua bendera warna hijau dan merah, kakek berusia 55 tahun itu memandu para pengguna jalan yang akan melintasi rel KA.

Baca Juga: Panaskan Mesin Politik, Lima PAC PDIP Kota Probolinggo Resmi Dilantik

"Saya mulai bekerja sebagai penjaga perlintasan kereta tanpa palang pintu sudah enam tahun silam hingga saat ini," kata Ngadi kepada jatimnow.com, Kamis (1/7/2021).

Ia dengan penuh semangat mengatur kendaraan yang akan melintas meski dirinya di bawah terik matahari.

"Pekerjaan ini merupakan keinginan saya untuk bisa mengurangi dampak kecelakaan akibat laka kereta api. Sehingga saya bekerja tanpa ada gaji apapun," jelasnya.

Ia membenarkan jika terkadang mendapatkan belas kasihan dari pemberian warga yang melintas.

Baca Juga: Antisipasi Perundungan, SMPN 5 Probolinggo Perketat Pengawasan Lewat CCTV

"Saya tetap memandu pelintas jalan meski mereka tidak memberikan imbalan. Namun terkadang dalam sehari mulai pagi hingga petang hasil pemberian kadang mendapatkan Rp 50 ribu kadang pula tidak mendapatkan apa apa. Tetapi saya tetap ikhlas membantu pelintas jalan," ucap kakek ini.

Disebutkannya, sebelum menjadi penjaga dan pemandu di perlintasan, di lokasi ini kerap kali terjadi kecelakaan hingga menelan korban jiwa.

"Alhamdulilah, semenjak saya bekerja sukarela mengarahkan pelintas jalan, di sini tidak ada kecelakaan lagi," ungkapnya.

Baca Juga: Dihujani 12 Catatan Kritis, Begini Jawaban Pemkot Probolinggo Soal Raperda PKL

Ngadi juga mengaku saat ini membutuhkan tempat berteduh di area pelintasan. Karena saat ini lokasinya belum ada tenda atau semacam tempat peristirahatan dari sengatan matahari.

"Apalagi kalau malam hari di jalur perlintasan ini tidak ada lampu untuk penerangan," tegasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.