Jumat, 19 Jun 2026 19:39 WIB

Obati Rasa Rindu Para Penggemar, New Pallapa Geber Konser Digital

Penyanyi dangdut New Pallapa, Lala Widi berduet dengan konten kreator akustik Tri Suaka
Penyanyi dangdut New Pallapa, Lala Widi berduet dengan konten kreator akustik Tri Suaka

jatimnow.com - Mengobati rasa rindu para penggemar dangdut koplo, New Pallapa dan Produser Musik Perdana Record melaunching channel YouTube "New Pallapa Official".

Orkes dangdut koplo terbesar se Indonesia yang telah berkiprah 23 tahun itu sekaligus memperkenalkan 'Album Terkoplo 2020-2021'.

Baca Juga: Ada Keajaiban Cinta Keluarga di Malam Puncak Kilau Raya MNCTV 32

Dalam album itu terdapat beberapa keunikan, yaitu penyanyi akustik diduetkan dengan pedangdut. Seperti pedangdut Lala Widi feat penyanyi akustik yang tenar di YouTube Tri Suaka.

Selain itu, penyanyi Osing Banyuwangi Ainur Rofiq Wandra Restusian feat penyanyi akustik yang tenar di YouTube Wiro Widowati.

Pemilik New Pallapa, Juana Sari mengatakan, channel YouTube yang digarapnya itu merupakan alternatif wadah Saudara New Pallapa, sebutan fans New Pallapa, untuk mengobati rindu lantaran tidak bisa melihat konser secara off air saat Pandemi Covid-19.

"Channel YouTube diresmikan karena kami ingin tetap bisa bersilaturahmi dengan para fans setia dan penggemar di luar Jatim dan seluruh Indonesia," ungkap Juana, Jumat (25/6/2021).

Juana menjelaskan, dirinya ingin mengembangkan pasar 'perkoploan duniawi' secara global melalui pangsa pasar digital. Mengingat saat ini para musisi dan kreator musik tak bisa manggung akibat Pandemi Covid-19 belum usai.

"Kebetulan saat ini momentumnya sama. Di saat fenomena digital traffic meningkat, otomatis orang-orang lari ke digital. Di era pandemi ini, seniman ingin berkarya terus dan tidak ada alasan untuk berhenti, walaupun pandemi sekalipun. Makanya kami sepakat bangun bersama dengan jauh lebih baik," ujarnya.

Juana mengaku sudah cukup geram dengan beragam pembajakan bisnis VCD dan kaset yang berasal dari karya aslinya. Bahkan ia merasa sangat dirugikan untuk itu.

Terbaru, pembajakan juga terjadi di YouTube dengan menyuguhkan aneka karya New Pallapa tanpa seizin pihak manajemen dan komposer. Padahal sudah jelas tersirat dan tersurat dalam lisensi New Pallapa perihal pengusungan lagu harus seizin label.

Baca Juga: Daftar Band Pengisi Pekan Raya Jatim di Surabaya, NDX AKA hingga Last Child

"Karena fenomena digital di YouTube banyak pembajakan lisensi. Ribuan lagu dan karya dibajak tanpa izin dan jadi master. Ini yang saya ingin sosialisasikan bersama New Pallapa sebagai legenda koplo. Saya rasa bisa memberikan yang lebih baik," tuturnya.

Sementara Direktur Pragita Prabawa Pustaka, Theo Broma Anggara mengapresiasi langkah pemilik New Pallapa untuk beralih secara daring. Dengan begitu, masyarakat tetap bisa menonton konser dan langsung mengomentari di laman yang tersedia.

"Launching channel YouTube ini baru pertama kalinya ya. Biasanya live show atau off air diupload tanpa izin," tuturnya.

Dengan begitu, para pengunggah video dan lagu-lagu New Pallapa tidak bisa lagi mengupload ke YouTube semau mereka. Sebab channel YouTube yang dilaunching kali ini adalah resmi dan telah memiliki regulasi tertentu.

"Kali ini resmi melaunching agar semua fans bisa langsung melihat ke resminya dan tidak melihat ke upload-upload liar yang tidak bisa kami pantau satu persatu, karena saking banyaknya," papar dia.

Baca Juga: Road to Kilau Raya Sidoarjo Siap Hibur Warga Sejak Sabtu Pagi

Owner Perdana Record, Ani menjelaskan, langkah tersebut dinilai sudah tepat. Selain tak bisa menyelenggarakan konser secara live maupun off air, bisa meminimalisasi plagiarisme yang terjadi di YouTube.

"Dulu memasarkan lewat VCD. Karena perubahan teknologi, kita mengikuti zaman. Dulu saya nggak ngerti (YouTube) dan banyak video-video liar di YouTube. Kami juga pernah mendapat teguran, makannya kita mengikuti perkembangan zaman dan tetap menyuguhkan konser dangdut koplo kepada para penggemar," tambah Ani.

Di tempat yang sama, Lala Widhi salah satu pedangdut asal Jawa Timur yang terlibat dalam launching itu mengaku sangat tertarik. Sebab channel YouTube itu bisa jadi pengganti jadwal manggung yang akhir ini dibatalkan akibat Pandemi Covid-19.

"Bagi saya sangat berdampak. Banyak job yang tanggal move cancel, alasannya izinnya enggak keluar. Kalau yang digital mungkin ke YouTube, jadi alhamdulillah ada yang memberikan wadah berkarya lewat digital. Minimal bisa absen, jadi orang-orang enggak lupa kalau masih ada Lala Widi di sini," ujar biduan asal Krian, Sidoarjo itu.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.