Selasa, 16 Jun 2026 06:13 WIB

Keluarga Terpapar Covid, Pasangan Kekasih ini Terpaksa Tunangan di Balai Desa

jatimnow.com - Acara tunangan yang dilakukan oleh pasangan Kriswanto (23) warga desa Duwet, Kecamatan Bendo dengan Tristia Devi Aldina (20) warga Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan terpaksa digelar di balai desa, Selasa (22/6) malam.

Itu dilakukan setelah keluarga Aldina terpapar Covid-19.

Baca Juga: Komitmen Agus Black Hoe: Infrastruktur Berkualitas Dongkrak Ekonomi Magetan

"Gak jadi di rumah saya. Ya sedih bercampur bahagia, karena di momen bahagia pertunangan tidak di rumah,"ujar Aldina saat dikonfirmasi, Kamis (24/6/2021).

"Padahal sudah mengabari sanak saudara dan tetangga, namun tiba tiba tidak jadi akibat keluarga terpapar Covid-19," lanjutnya.

Saat acara tunangan di balai desa itu, Satgas Covid-19 desa memfasilitasi mereka bertunangan di balai desa dengan protokol kesehatan (prokes) ketat dengan undangan yang terbatas dan tanpa acara makan-makan.

Kepala Desa Pupus, Tumiran menjelaskan pihaknya memfasilitasi acara pertunangan warganya karena iba bila sampai acara tersebut gagal.

Baca Juga: Mbok Yem, Pemilik Warung Tertinggi di Indonesia Tutup Usia

"Sebelumnya pihak keluarga meminta izin untuk mengelar pertunangan putrinya di rumah. Namun kami tidak mengizinkan karena ada yang positif Covid-19 pada keluarga tersebut," jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Aldina diketahui negatif Covid-19. Pihak desa bersama gugus tugas kemudian bermusyawarah untuk tetap menyelenggarakan pertunangan mereka di balai desa dan keluarga kemudian setuju.

"Pada saat pelaksanaan tunangan, kita tetap terapkan prokes ketat termasuk mewajibkan kedua belah pihak dapat menunjukkan keterangan bebas covid dengan rapid test antigen dan swab. Pihak pendamping dari perempuan hanya paling banyak 5 orang dan pendamping laki laki 10 orang. Total hanya 15 orang yang ikut," jelasnya.

Baca Juga: Belanja di Pasar Murah Lembeyan Magetan, Warga Bisa Dapat Diskon Khusus

Dia bersyukur acara pertunangan di balai desa tersebut lancar. Ini menjadi sejarah pertama kegiatan masyarakat digelar di balai desa selama pandemi maupun sebelumya.

"Semoga pandemi ini segera berlalu yang membatasi kita semua pada setiap kegiatan maupun kegiatan ekonomi," pungkas Tumiran.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.