Senin, 22 Jun 2026 02:52 WIB

Dugaan Pemotongan BOP Madrasah Kota Pasuruan, Plt Kepala Kantor Kemenag Ditahan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Jumat, 18 Jun 2021 18:18 WIB

jatimnow.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan menahan Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pasuruan, Munif atas keterlibatan kasus dugaan pemotongan dana bantuan operasional pendidikan (BOP) untuk pondok pesantren (ponpes) dan madrasah diniyah (madin) se-Kota Pasuruan.

Dengan ditahannya Munif, total tersangka yang diamankan Kejari Kota Pasuruan dalam dugaan perkara tersebut berjumlah 6 orang.

Baca Juga: CPNS UIN KHAS Jember Dilantik, Rektor Tekankan Pentingnya Integritas

"Dengan ditahannya Plt Kepala Kemenag Kota Pasuruan, MF saat ini sudah ada 6 tersangka dugaan kasus pemotongan bantuan BOP Kemenag," jelas Kajari Kota Pasuruan, Maryadi Idham Khalid, Kamis (18/6/2021).

Baca juga: 

Ia melanjutkan, ditetapkannya sebagai tersangka setelah penyidik dari kejari melakukan pengembangam kasus dan menemukan beberapa bukti yang memperkuat dugaan bahwa memang terlibat dalam pemotongan BOP ponpes dan madin di Kota Pasuruan.

Baca Juga: Kemenag Kediri Terapkan Sistem Kerja Kombinasi, Pelayanan Dipastikan Tetap Maksimal

"Setelah alat bukti cukup, akhirnya penyidik memutuskan untuk menetapkan Plt Kepala Kemenag Kota Pasuruan menjadi tersangka dalam kasus ini," tegasnya.

Untuk kepentingan penyidikan, tersangka dititipkan ke Lapas Kelas IIB Pasuruan.

"Sekarang sudah kita titipkan di Lapas Pasuruan," tandasnya.

Baca Juga: Patok 'Tarif Gelap' Izin Tambang, Kepala Dinas ESDM Jatim Ditetapkan Tersangka

Sebelumnya, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan, Wahyu Susanto mengatakan ponpes di Kota Pasuruan mendapatkan BOP sebesar Rp 25 juta. Dana itu diduga dipotong 40 persen itu atau sebesar Rp 10 juta dan ponpes hanya mendapat Rp 15 juta.

Sementara untuk madin yang mendapat alokasi BOP sebesar Rp 10 juta diduga dipotong 20 persen, sehingga menyisakan Rp 8 juta.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.