Selasa, 16 Jun 2026 21:23 WIB

Banjir Ponorogo, Puluhan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 04 Mar 2018 13:08 WIB
Petani Ponorogo memeriksa kondisi sawahnya yang terendam banjir.
Petani Ponorogo memeriksa kondisi sawahnya yang terendam banjir.

jatimnow.com - Banjir yang melanda Desa Maguwan, Kabupaten Ponorogo menyebabkan kerugian materiil yang cukup tinggi.  Kerugian tersebut diantaranya tanggul jebol, rumah warga yang terendam air, serta puluhan hektar sawah yang terancam gagal panen.

Kepala Desa Maguwan, Endang mengatakan bahwa beberapa wilayahnya mengalami kerusakan akibat terjangan air.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Kalau di Desa Maguwan tanggul Sungai Sono yang banjir. Itu tepat berada di belakang kantor desa," kata Endang, Minggu (4/2/2018).

Endang menambahkan bahwa air luapan sungai tersebut langsung menerobos ke kantor Balai Desa dan mengakibatkan kerusakan pada beberapa aset desa.

"Juga salah satu SD Maguwan juga pagarnya ambrol. Karena tidak kuat menahan air luapan sungai setelah tanggul jebol," terangnya.

Baca Juga: Tanggul Sungai Jebol, Beberapa Wilayah Ponorogo Banjir

Sementara, Dandim 0802 Ponorogo, Letkol INF Made Sandi Agusto, mengaku data yang masuk ada 125 hektar sawah terendam banjir. Made menjelaskan, 125 hektar tersebut berada di Desa Bulu, Desa Maguwan, Desa Campurejo, Desa Banjangan.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"Sawah seluas 125 Hektar itu semua berada di Kecamatan Sambit. Hanya sedikit yang di Sawoo," tambah Made.

Made memperkirakan, dari 125 hektar, kira-kira yang gagal panen sekitar 30 hektar. Jika genangan air yang merendam persawahan surut 2-3 hari ke depan.

"Tapi kalau hujan lagi, tentu akan semakin melebar. Kita tidak tahu nanti. Kalau kerugian bisa mencapai puluhan juta," pungkasnya.

Baca Juga: Info Cuaca Jatim, Probolinggo Waspada Hujan Lebat, Daerah Lain Terkendali

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Arif Ardianto

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.