Jumat, 19 Jun 2026 05:09 WIB

Bertemu Bupati Ipuk, BBWS Brantas Dukung Penyediaan Air di Kaki Ijen Banyuwangi

  • Penulis :
  • | Senin, 14 Jun 2021 18:00 WIB

jatimnow.com - Pengembangan fasilitas penunjang untuk Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen terus dilakukan.

Salah satunya dengan penyediaan air bersih di kawasan Paltuding (kaki Gunung Ijen) serta TWA Ijen secara umum.

Baca Juga: Tiar Karbala Resmikan Sumur Air Bersih untuk Korban Banjir Aceh

Selain air bersih di kawasan TWA Ijen, pemerintah pusat juga melakukan pengembangan infrastruktur jaringan irigasi di Kecamatan Wongsorejo dan upaya pencegahan abrasi di Pantai Cemara.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani telah bertemu dengan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Muhammad Rizal belum lama ini untuk membahas hal tersebut.

"Terima kasih pemerintah pusat dan provinsi yang terus mendukung pengembangan Banyuwangi. Dukungan ini sebagai bagian dari pemulihan sektor pariwisata. Semoga dengan terpenuhinya kebutuhan air bersih, akan menambah kenyamanan wisatawan untuk menikmati api biru (blue flame) yang mendunia di Kawah Ijen," kata Bupati Ipuk dalam siaran pers ke redaksi, Senin (14/6/2021).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Banyuwangi, Guntur Priambodo mengatakan, pertemuan dengan BBWS Brantas adalah tindak lanjut dari rapat koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di Banyuwangi, akhir Mei 2021.

"Dalam rakor tersebut kami membahas percepatan program pemerintah pusat di Banyuwangi, termasuk di dalamnya untuk pengembangan pariwisata. TWA Ijen menjadi salah satu prioritas program dari pusat, salah satunya soal penyediaan air bersih di Ijen," jelas Guntur.

Kepala BBWS Brantas, Muhammad Rizal menjelaskan telah ditunjuk Kementerian PUPR untuk melakukan pembangunan prasarana air bersih di destinasi Kawah Ijen.

"Kegiatan ini bagian dari program pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Dengan sarana dan prasarana yang terus dilengkapi, pemerintah berharap kunjungan wisatawan ke Kawah Ijen bisa terkerek naik," kata Rizal.

Baca Juga: SIG Gandeng Taiheiyo Cement Corporation untuk Ekspansi Bisnis Soil Stabilization

Rizal menjelaskan BBWS Brantas akan membangun sistem penangkap mata air (broncaptering) di Gunung Ranti, yang letaknya bersebelahan dengan Gunung Ijen.

Air itu akan dialirkan hingga ke TWA Kawah ijen untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

"Sumber di Gunung Ranti ini memiliki debit realtime 11 liter/ detik dengan elevasi 2.400 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sehingga cukup untuk kebutuhan di Paltuding (kaki Gunung Ijen, pos pemberangkatan wisatawan/pendaki) yang berada pada ketinggian 1.900 mdpl dan TWA Kawah Ijen pada 2.100 mdpl," kata Rizal.

Ia menambahkan, saat ini pelayanan air bersih di wilayah tersebut sudah bisa diakses, namun hanya sampai di kawasan Paltuding. Rencananya ke depan akan dilanjutkan hingga ke area TWA Kawah Ijen.

"Di TWA Ijen sebenarnya sudah ada 2 tandon. Hanya saja tidak terisi karena belum ada jaringan air bersih ke lokasi. Jaringan inilah yang akan kita bangun agar air bisa dialirkan ke sana," ujar Rizal.

Baca Juga: Anggaran Perbaikan Infrastruktur Jalan di Tulungagung Tahun Ini Capai Rp300 Miliar

Pembangunan broncaptering, dia menambahkan, bertujuan agar pengambilan air dari sumber mata air lebih maksimal.

"Saat ini pengambilan air dari Gunung Ranti masih berupa free intake menggunakan pipa paralon. Jika ada broncaptering maka pengambilannya akan lebih maksimal sehingga bisa diteruskan ke TWA Kawah Ijen," jelasnya.

Rizal mengakui, di Paltuding sebenarnya terdapat sumber air. Namun akses menuju sumber tersebut sulit karena berada di kawasan hutan.

"Dari informasi Perhutani, debit di sumber Paltuding sangat kecil. Makanya diputuskan untuk mengambil air dari Gunung Ranti," terangnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.