Rabu, 17 Jun 2026 17:35 WIB

Kunjungi SPI Kota Batu, Kak Seto: Semoga Masalah Ini Lekas Selesai

jatimnow.com - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi berkunjung ke Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI), Senin (15/6/2021).

Sekolah ini dilaporkan oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dalam kasus dugaan kekerasan dan pelecehan ke Polda Jatim.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Kak Seto sapaan akrabnya mengaku sebelum datang ke SPI telah melakukan pertemuan dengan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. Ia mengingatkan agar masyarakat harus memiliki perspektif perlindungan terhadap anak.

"Semoga masalah ini cepat selesai. Polda Jatim segera umumkan hasil pemeriksaan laporan korban dugaan tersebut agar masyarakat dan utamanya anak-anak tidak bingung. Untuk oknum silahkan diproses karena proses hukum harus dilanjut sampai tuntas. Bila memang terbukti oknum harus dipidana sesuai UU Perlindungan Anak (PA)," katanya.

Menurutnya, datang ke SPI dengan tujuan untuk melihat kondisi psikologis anak-anak yang ada di sana. Paling penting menurutnya membuat para siswa tenang dulu.

"Itu yang paling penting, anak-anak harus tenang dan gembira agar proses belajar mengajar berjalan lancar dan tidak terganggu. Jujur saya sangat khawatir dengan masifnya pemberitan kemarin baik di media online, cetak, atau elektronik," ujar dia.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Ia menjelaskan, pemerintah menyampaikan pesan jika rumah dan sekolah menjadi tempat paling nyaman bagi tumbuh kembang anak.

Tidak sekedar mendorong prestasi akademik, namun paling penting kondisi psikologisnya.

"Itu merupakan pesan pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kita harus merealisasikannya di manapun itu," ujarnya sambil menyebut dirinya akan melanjutkan kunjungan ke Polda dan Gubernur Jatim.

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

Senada, Ketua Divisi Pengembangan Jaringan Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur, Budiati menguraikan bila kasus pada anak banyak diketahui ketika sudah jadi korban.

"Jadi langkah pencegahan itu tak hanya diarahkan pada anaknya saja, namun juga ke lembaga pengasuhan. Maka perlu ada lembaga perlindungan di setiap yayasan. Lembaga itu bisa menjadi tempat bercerita dan mengadu jika sewaktu-waktu ada kejadian kekerasan apapun," kata dia.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.