Kamis, 18 Jun 2026 16:18 WIB

Lonjakan Kasus Covid Bangkalan, Prof Nasih: Kecil Kemungkinan Bukan dari PMI

Rektor Universitas Airlangga Surabaya, Prof Mohammad Nasih
Rektor Universitas Airlangga Surabaya, Prof Mohammad Nasih

jatimnow.com - Rektor Universitas Airlangga Surabaya, Prof Mohammad Nasih menegaskan saat ini Institute of Tropical Disease (ITD) telah menerima 40 spesimen positif dari kasus kenaikan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan.

"Sekarang sampel Bangkalan baru diterima 2 hari lalu yakni 40 sampel yang sekarang sedang dikerjakan ITD dengan whole genom sequencing," ujar Nasih, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Ia menyebut, proses untuk menganalisis strain suatu virus memang membutuhkan waktu sehingga spesimen yang sudah dikumpulkan ini harus diolah terlebih dahulu sebelum dianalisis untuk ditemukan rangkaian strainnya.

"Whole genome sequencing itu butuh waktu. Mesin running sampai 24 jam. Lalu hasilnya dianalisis dan butuh waktu 4 harian," terang dia.

Dengan serangkaian proses yang diperlukan, Nasih memperkirakan hasil whole genome sequencing dari sampel Kabupaten Bangkalan baru bisa diumumkan antara hari Sabtu atau Minggu.

Proses ini nantinya akan bisa mengungkap apakah Virus Covid yang menyerang Bangkalan itu merupakan mutasi atau bukan.

Baca Juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital

"Yang di Bangkalan ini masih dalam proses kami periksa dengan sampel yang kami punya. Hasilnya baru diketahui Sabtu atau Minggu," ungkap Nasih.

Ia menjelaskan, hasil whole genome sequencing yang baru diumumkan oleh ITD bukan disengaja bertepatan dengan kasus yang sedang tinggi hingga jadi perhatian nasional.

"Yang beredar itu adalah temuan sebulan yang lalu, bukan yang sekarang. Jangan dikaitkan karena nanti berpengaruh pada psikologis para pasien," tuturnya.

Baca Juga: Kekerasan di Daycare, Psikolog Ingatkan Bahaya Trauma Anak dan Mom-Shaming

Sementara itu sampel varian Alpha Covid-19 itu, Prof Nasih menyebut berasal dari spesimen Pekerja Migran Indonesia (PMI). Para PMI ini memang harus di tes usap sebelum kembali ke asal masing-masing.

"Setelah diketahui positif pun, mereka diisolasi secara terpusat pada Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) sehingga kecil kemungkinan terjadi penularan di kampung halaman mereka," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.