Sabtu, 20 Jun 2026 04:42 WIB

Viral Video Pelajar SMK Corat-coret Gapura dan Jalan di Kawasan Bromo-Tengger

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 09 Jun 2021 11:14 WIB
Tangkapan layar video yang viral
Tangkapan layar video yang viral

jatimnow.com - Sebuah video yang merekam para pelajar SMK mencorat-coret gapura selamat datang di kawasan wisata Bromo-Tengger dan aspal jalan menggunakan cat semprot di Jalan Raya Tosari-Puspo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan menjadi viral di media sosial (medsos).

"Yaopo lek ngene iki wes, lah iki, ono SMK Pasuruan, SMK PGRI, iki embong-embonge ditulisi. Iki SMKN 1, panik gak, apik tulisanmu lur, PGRI Pasuruan, Lulus, SMK, yo opo ngene iki, gak melok duwe tembok dioret-oret ngene iki, deloken !, (Bagaimana ini, lha ini ada SMK Pasuruan, ada SMK Pasuruan. Ini SMK PGRI, jalan-jalan ditulisi, lihat ini SMKN 1, panik gak, bagus tulisanmu lur, Lulus, SMK, bagaimana seperti ini, tidak ikut membangun kok tembok dicoret-coret seperti ini, lihatlah!," kata seorang pria dalam video berdurasi 55 detik itu.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Selain video, beberapa akun Instagram yang mengupload video tersebut mengaitkan jika ada 24 pelajar berseragam sekolah berfoto bersama di bawah gapura tersebut adalah para siswa yang melakukan vandalisme di kawasan itu.

"Katanya berpendidikan? Lha kok malah merusak fasilitas?. Entar nangis (kalau ditangkap)," tulis akun Pasuruanapik dalam postingan instagramnya.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Camat Tosari, Kabupaten Pasuruan, Edy Prianto, membenarkan jika tugu selamat datang di Desa Baledono menjadi korban vandalisme para pelajar yang merayakan lulusan.

"Kejadian vandalisme itu terjadi Selasa (8/6) siang kemarin," jelas Camat Tosari, Edy Prianto, Rabu (9/6/2021).

Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya

Edy membenarkan jika masyarakat Tosari dibuat geram dengan aksi vandalisme tersebut. Namun, jajaran Muspika Tosari lebih ingin tindakan yang edukatif untuk menyelesaikan ulah para pelajar yang diduga berasal dari beberapa sekolahan menengah atas di Kota Pasuruan.

"Kami tidak menyebutkan nama-nama SMK karena tidak ada bukti, yang ada hanyalah coretan. Dari coretan itu mereka (pihak sekolahan) kita undang. Mereka kami undang atas nama SLTA yang peduli tentang anti aksi vandalisme, untuk melakukan pengecatan ulang" tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.