Senin, 15 Jun 2026 23:37 WIB

Pemangsa 5 Kambing Milik Warga Banyuwangi Terkuak, Begini Penampakannya

  • Penulis : Rony Subhan
  • | Selasa, 08 Jun 2021 19:13 WIB
Garis polisi dipasang di kandang milik warga Banyuwangi yang kambingnya mati misterius
Garis polisi dipasang di kandang milik warga Banyuwangi yang kambingnya mati misterius

jatimnow.com - Pemangsa lima ekor kambing milik Yusuf, warga Dusun Persen, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi sudah terkuak. Itu setelah di sekitar kandang dipasang camera trap.

Dalam video rekaman CCTV terlihat bahwa pemangsa kambing itu bukan macan tutul, seperti yang sempat disangkakan warga. Tampak jelas binatang buas yang memangsa 5 ekor kambing itu anjing liar.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Penampakan anjing liar di sekitar kandang kambing yang berjarak 200 meter dari Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) itu tertangkap jelas pada rekaman camera trap yang dipasang BKSDA sejak sepekan lalu.

Baca juga:  5 Kambing Milik Warga Banyuwangi Mati Misterius, Diduga Dimangsa Binatang Buas

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Alas Purwo Wilayah II Muncar, Noviani Utami menyebut, berdasarkan hasil analisa, hewan pemangsa tersebut bukan hewan liar yang berasal dari TNAP, melainkan kawanan anjing liar di kampung.

"Ternyata itu anjing kampung liar. Bukan macan atau anjing hutan yang berasal dari TNAP," tegas Novi, Selasa (8/6/2021).

Baca Juga: Harga Hewan Kurban di Tulungagung Mulai Mengalani Kenaikan, Ini Kisarannya

Pemangsa kambing di Banyuwangi tertangkap camera trapPemangsa kambing di Banyuwangi tertangkap camera trap

"Jika dilihat dari foto ada dua ekor anjing yang mencoba masuk ke kandang dan seekor berjaga di luar kandang. Total ada sekitar tiga ekor anjing yang teridentifikasi," tambah dia.

Novi menyebut, dari ciri-ciri fisik maupun sifatnya, binatang pemangsa kambing itu anjing kampung liar.

Baca Juga: Rumah di Sugio Lamongan Terbakar, 1 Kambing Ikut Terpanggang

"Kalau anjing hutan posturnya lebih kecil. Kemudian jumlah kawanannya lebih banyak minimal 10 sampai 15 ekor. Sedangkan yang tertangkap camera trap, posturnya besar dan dalam kawanan lebih sedikit. Ini ciri-ciri anjing kampung liar," papar dia.

Sejauh ini, lanjut Novi, belum ada laporan lagi mengenai kasus ternak warga yang mati akibat digigit binatang buas. Hal tersebut dimungkinkan karena warga mulai merapatkan pagar kandang ternaknya, sehingga binatang pemangsa tidak bisa masuk.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.