Selasa, 16 Jun 2026 09:40 WIB

Jenazah Pasien di Probolinggo Diangkut Motor Roda 3, RS dan Keluarga Berdamai

jatimnow.com - Permasalahan meninggalnya pasien Rumah Sakit Umum (RSU) Wonolangan, Kabupaten Probolinggo yang diangkut menggunakan roda tiga karena tidak mampu menyewa ambulans disebut telah selesai.

"Permasalahan soal jenasah yang diangkut dengan motor roda tiga itu hanya miskomunikasi saja antara keluarga dengan pihak rumah sakit," kata Direktur RSU Wonolangan, Indra Gunawan, Senin (7/6/2021).

Baca Juga: Dukung Dunia Pendidikan, SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan

Ia menyebut jika pasien yang meninggal tersebut memang sudah tercover biaya BPJS. Namun untuk jasa ambulans, tidak dibiayai oleh BPJS.

"Jadi ada biaya untuk jasa transportasi ambulans. Namun besarannya bukan Rp 800 ribu yang dibebankan ke jenasah Pak Supo. Saat itu pihak manajemen meminta biaya jasa sebesar Rp 175 ribu saja karena biaya juga diukur dari jarak tempuh," ujar dia.

Baca juga: Tak Mampu Sewa Ambulans, Jenazah Pasien di Probolinggo Diangkut Motor Roda Tiga

Sayangnya, saat pihak rumah sakit belum selesai berkoordinasi, pihak keluarga pasien tidak sabar dan langsung membawa jenazah dengan mengunakan angkutan roda tiga.

"Jadi permasalahan kemarin hanya persolan kesalahpahaman saja. Kita sudah ketemu dengan pihak keluarga almarhum terkait hal itu," tegasnya.

Perwakilan keluarga pasien, Nur Ali Husein mengatakan peristiwa kemarin menjadi pembelajaran kepada semuanya dan menjadi bahan evaluasi bersama.

Baca Juga: Hak 255 Guru Madrasah Probolinggo Cair Usai Mengendap 8 Tahun

Menurutnya, warga miskin semuanya belum bisa tercover dari BPJS termasuk soal jasa jenasah diangkut dengan mobil ambulans rumah sakit.

"Seharusnya warga miskin sudah terbebaskan dari biaya apapun. Dia dibawa ke rumah sakit saja dia pakai BPJS. Namun buktinya jasa angkut jenasah masih pakai biaya," ujarnya.

Ia juga berharap, agar pihak manajemen untuk merubah pola pelayanan yang terlalu panjang.

"Tolong kedepannya jangan sampai hal itu terjadi lagi," ujarnya.

Baca Juga: Marinir Gelar Baksos di Bromo, Warga Tengger Terbantu

Kapolsek Dringu Kabupaten Probolinggo, Iptu Bagus Permana mengatakan persoalan itu sudah terselesaikan antara pihak manajemen RSU Wonolangan dengan pihak keluarga pasien yang meninggal dunia.

"Kami sudah memediasi kedua belah pihak dan tidak ada persoalan lagi," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Sutopo (63), warga Dusun Parsean, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu yang meninggal di Rumah Sakit Umum (RSU) Wonolangan diangkut menggunakan motor roda tiga pada Sabtu (5/6) petang.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.