Jumat, 19 Jun 2026 13:20 WIB

Terima Lukisan dari Pelukis Difabel, Bupati Ipuk: Banyuwangi Siapkan Ruang Seni

  • Penulis :
  • | Kamis, 03 Jun 2021 12:09 WIB

jatimnow.com - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendapat kejutan dari pelukis difabel yang bernama Lukman Hakim saat Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh, Rabu (5/6).

Ia menyerahkan lukisan wajah bupati dari hasil karyanya sendiri.

Baca Juga: Pemenang Puteri Indonesia 2025 Firsta Yufi Ternyata Jebeng Banyuwangi 2019

"Saat saya mendengar ibu mau ke desa kami, saya langsung membuat lukisan ini," ungkap sang pelukis, Lukman Hakim dalam siaran pers ke redaksi, Kamis (3/6/2021).

Lukman mengaku butuh waktu empat hari untuk merampungkan lukisannya tersebut. Tak kurang dari 7 jam ia habiskan di depan kanvas.

"Saya lembur. Mulai pukul 2 malam hingga 9 pagi. Begitu terus selama 4 hari," aku lelaki berusia 29 tahun itu.

Lukman merupakan pelukis difabel yang cukup dikenal. Tak seperti pelukis pada umumnya yang menggunakan tangan, ia justru menggunakan kakinya. Keterbatasan pada tangannya tak membuat bakat seninya surut.

"Sejak kecil saya sudah senang menggambar. Hobi itu saya terus asah secara otodidak," ungkapnya.

Dari hobinya tersebut, Lukman sejak 2013, telah menjadi pelukis profesional. Banyak pesanan yang ia dapatkan. Dari sana kemudian menjadi ladang penghasilannya.

Banyak sosok penting yang telah dilukisnya. Selain Bupati Banyuwangi, ia juga pernah melukis Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah pejabat lain yang pernah berkunjung ke Banyuwangi.

"Beberapa lukisan saya juga disimpan oleh kolektor dan ada juga di hotel-hotel Banyuwangi. Di antaranya ada di Aston," ungkapnya.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Banyuwangi Dibuka Juli 2025, Ini Persiapannya

Lukman juga mengaku telah mengikuti sejumlah pameran. Baik yang ada di Banyuwangi, maupun di luar kota.

"Alhamdulillah, di Banyuwangi sendiri, perhatian pemerintah terhadap para pelukis cukup baik. Setiap tahunnya sering menggelar pameran lukisan," sebutnya.

"Sejak kecil dia memang suka menggambar. Dimulai dari menggambar di atas pasir dengan kakinya, dan kegemaran melukisnya ini berlanjut sampai sekarang. Di tengah keterbatasan fisiknya, alhamdulillah anak saya diberi kelebihan bisa melukis. Karyanya Lukman juga pernah dikirim ke Jepang,” ujar Hidayati, ibunda Lukman Hakim sambil tersenyum.

Sementara itu, Bupati Ipuk merasa bangga dengan karya dari Lukman Hakim. Keterbatasan fisik tak membuatnya surut untuk berkarya.

"Ini tidak semata sebuah karya lukis. Tapi, juga spirit bagi kami untuk terus berkarya bagi kemajuan Banyuwangi," ujarnya.

Baca Juga: Bupati Ipuk Ajak Ikawangi Perkuat Soliditas Membangun Banyuwangi

Ipuk juga menyebutkan bahwa Banyuwangi kini sedang mempersiapkan ruang pamer khusus yang dapat dimanfaatkan oleh para seniman.

Di antaranya ada di Gedung Djoeang Banyuwangi yang telah direvitalisasi serta komplek terminal terpadu pariwisata.

"Ini akan menjadi kesempatan bagi seniman, seperti Mas Lukman untuk bisa menampilkan karyanya dan dikenal lebih luas. Gedung seni tersebut akan segera kami resmikan dalam waktu dekat," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.