Rabu, 17 Jun 2026 14:24 WIB

Khofifah: Hari Lahir Pancasila Momentum Perekat Persatuan Bangsa

  • Penulis :
  • | Selasa, 01 Jun 2021 18:53 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memperingati Hari Lahir Pancasila
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memperingati Hari Lahir Pancasila

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa Hari Lahir Pancasila ke 76 pada 1 Juni 2021 hendaknya bisa menjadi momentum untuk merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Keberagaman, keberbedaan dan kebhinekaan merupakan sebuah keniscayaan. Karena itu kebersatuan, kebersaudaraan dan kebersamaan kita dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini direkatkan oleh Pancasila," ungkap Gubernur Khofifah usai memperingati Hari Lahir Pancasila bersama Presiden Joko Widodo secara virtual di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (1/6/2021) pagi.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

Dengan menggunakan baju adat kebaya khas Jawa Timur, Gubernur Khofifah mengutip sambutan Presiden Jokowi, di mana Indonesia memiliki aneka ragam suku, agama, bangsa dan bahasa, yang menjadi sumber kekuatan Bangsa Indonesia.

"Sekian banyak suku bangsa yang ada, berbagai ribuan bahasa, keberagaman adat istiadat, agama merupakan kekuatan Indonesia yang dipersatukan dalam kebhinekaan dan direkatkan oleh Pancasila," jelas dia.

Khusus kepada generasi muda dan para milenial, gubernur perempuan pertama di Jatim itu berharap agar mereka mengenali makna Pancasila yang telah terkandung dan terangkum utuh dalam lima sila.

Menurutnya, kelima sila Pancasil memiliki pandangan yang utuh terhadap makna dari religiusitas dan nasionalisme yang saling menyatu. Religiusitas dan nasionalisme merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila dari Gedung Negara Grahadi di SurabayaPeringatan Hari Lahir Pancasila dari Gedung Negara Grahadi di Surabaya

"Religiusitas dan nasionalime tidak bisa dipisah dan harus menjadi satu kesatuan rasa, pikiran, gerak dan langkah," tegasnya.

Baca Juga: Hampir Setahun, Hibah Aspal Dari Khofifah Belum Digunakan Pemkab Tulungagung

Gubernur Khofifah menjabarkan, pada sila pertama terdapat Ketuhanan Yang Maha Esa, yang memiliki arti bahwa agama menjadi bagian dari seluruh referensi kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

"Agama berasal dari Allah Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan dengan menurunkan rahmatnya. Sedangkan Pancasila dibuat oleh manusia-manusia cerdas dan brilian yang ada di Indonesia," ujarnya.

"Jadi tidak perlu dipertentangkan lagi hubungan antara agama dan Pancasila di Indonesia. Kalau di dalam referensi keagamaan dinamakan wahyu. Sedangkan Pancasila diciptakan oleh insan manusia brilian dan genius, para intelektual dan tokoh bangsa. Maka antara religiusitas dan nasionalisme harus menjadi satu kesatuan rasa, pikiran, gerak dan langkah," papar dia.

Selanjutnya, sila kedua bisa dimaknai bahwa harkat dan martabat kemanusiaan harus terus dimaksimalkan perwujudannya dengan membangun persatuan dan kesatuan sesuai dalam sila ketiga dari Pancasila itu sendiri.

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

Dari keberagaman dan keberbedaan, Gubernur Khofifah mengajak untuk menjaga NKRI dengan terus mendorong seluruh ikhtiar yang dapat mempersatukan seluruh rakyat Indonesia.

"Kita juga harus mendengarkan setiap ikhtiar dari pendapat pihak lain melalui cara musyawarah mufakat sesuai sila keempat dengan mengedepankan rasa dan nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia sesuai dengan sila kelima," tambahnya.

"Kesemuanya ini merupakan sesuatu pada tataran idealitas dan dengan kebersamaan serta kebersatuan dan seluruh ikhtiar, insyaAllah kita bisa menjaga NKRI dengan energi efektif dan produktif bagi kemajuan Republik Indonesia," tandas Gubernur Khofifah.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.