Selasa, 16 Jun 2026 15:38 WIB

Dokter Diancam Melalui Medsos, IDI Ponorogo Minta Perlindungan Polisi

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 01 Jun 2021 13:36 WIB
Ketua IDI Ponorogo, Aris Cahyono
Ketua IDI Ponorogo, Aris Cahyono

jatimnow.com - Beberapa akun Facebook memberikan komentar berisi ancaman terhadap dokter di Ponorogo. Setelah anggotanya mendapat teror di media sosial (medsos), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setempat meminta perlindungan polis, bahkan bupati.

Ketua IDI Cabang Ponorogo, Aris Cahyono menyebut, ancaman melalui medsos itu memang sering diterima tenaga kesehatan (nakes), termasuk para dokter, di masa Pandemi Covid-19 seperti sekarang.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

"Akhir-akhir ini banyak di media sosial terutama Facebook. Banyak yang menganggap pasien di-covid-kan. Istilah itu memang banyak muncul di masyarakat," ujar Aris, Selasa (1/6/2021).

Dokter spesialis kulit ini menyebut bahwa istilah muncul dipicu, misalnya seorang pasien masuk rumah sakit berawal dari sakit jantung, diabet, tetapi saat dites, pasien juga terpapar Covid-19.

"Nah, yang harus dipahami, pasien itu tetap sakit jantung. Sedangan status covidnya, dibilang ditambahin. Dari situ muncullah istilah dicovidkan," papar dia.

Baca Juga: Medsos Bikin Anak Makin Individualis, Pakar Tekankan Peran Krusial Orang Tua

Menurut Aris, berawal dari istilah tersebut, kemudian ditemukan sederet ancaman terhadap para dokter melalui media sosial. Dia mengaku sedih, karena para nakes yang selama berjuang melawan Covid-19, malah mendapat ancaman.

"IDI berserah pada petugas hukum dan memohon perlindungan penegak hukum dan bupati," tambahnya.

Berikut petikan komentar berisi ancaman terhadap dokter yang ditulis salah satu akun Facebook:

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Golek i ae dokter e terus di tekek opo di sontek mati.... Ben kapok... Covid e wis ilang tpi dokter sing sik ngetokne virus iki langsung ae di golek i sopo sing nangani pasien terus di idak cengel e ben ra kesuwen. (Cari saja dokternya lalu dicekik apa disuntik mati. Biar jera. Covidnya sudah hilang tapi dokter yang masih mengeluarkan virus ini langsung saja dicari siapa yang menangani pasien. Lalu diinjak lehernya biar tidak kelamaan).

Postingan dua akun Facebook yang berisi ancaman terhadap dokterPostingan dua akun Facebook yang berisi ancaman terhadap dokter

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.