Jumat, 12 Jun 2026 04:51 WIB

ODGJ Kabur dari Selter: Jebol Atap Sel dan Acungkan Bambu ke Petugas

Slamet, ODGJ yang kabur dari selter Dinas Sosial Kota Probolinggo
Slamet, ODGJ yang kabur dari selter Dinas Sosial Kota Probolinggo

jatimnow.com - Salah satu atap ruang sel khusus untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di gedung selter Dinas Sosial Kota Probolinggo jebol. OGDJ penghuni sel itu ternyata kabur.

ODGJ penghuni ruangan tersebut bernama Muhammad Slamet (32), warga Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Dia nekat kabur pada Kamis (27/5/2021) pagi.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Slamet ditampung di selter itu setelah kerap kali membuat warga setempat resah.

"Dia masuk ke sini atas permintaan warga dan keluarganya sejak tiga hari lalu. Tetapi pagi tadi sekitar pukul 06.30 wib, Slamet kabur dengan menjebol atap sel," tutur Anang, salah satu petugas jaga selter.

Anang awalnya masih melihat Slamet sudah berada di luar sel, saat dirinya tengah memasak di dapur kantor. Saat itu pula Slamet mengecek sel tempat Slamet dirawat.

Dengan cepat Anang mencoba menghalangi Slamet agar tidak pergi dari selter. Karena Slamet memegang bambu, Anang memmilih mundur.

"Ya sudah saya biarkan saja dia kabur. Karena dia juga mengancam saya menggunakan bambu yang dipegangnya," tambahnya.

Atap sel di selter Dinas Sosial Kota Probolinggo dijebol ODGJ yang kaburAtap sel di selter Dinas Sosial Kota Probolinggo dijebol ODGJ yang kabur

Baca Juga: 2 Pelajar Tewas Tenggelam di Ranu Betok Probolinggo

Beberapa jam kemudian, Slamet sudah berada di sekitar rumahnya dan diajak oleh warga untuk makan dan sarapan kue.

"Barusan aja dia datang tanpa memakai sehelai kain penutup diri. Ini sudah saya mandikan dan sudah dikasih baju dan celana," ungkap Wage, tetangga Slamet.

Wage mengaku, Slamet mengalami gangguan jiwanya sejak empat tahun atau sekitar Tahun 2017 usai bercerai dengan istrinya.

"Dikawin dapat enam bulan cerai. Sehingga jiwanya mulai teganggu. Perabotan rumahnya hancur akibat kerap kali dirusak. Ibu kandungnya sudah tidak serumah dengannya, lantaran kerap diancam oleh Slamet," papar Wage.

Baca Juga: Mobil Terbakar di SPBU Semampir Probolinggo, Diduga Muat Banyak Jerikan

Wage menambahkan, Slamet sempat dipasung, lantaran sering membuat ulah dan meresahkan warga, terutama kepada anak-anak.

"Karena pemasungan tidak diperbolehkan pemerintah, akhirnya dia dilepas dan beberapa hari kemarin diantar ke selter. Ternyata dia kabur," sambungnya.

Terpisah, Busir salah satu paman Slamet mengaku pasrah dan berharap agar keponakannya itu bisa sembuh seperti semula seperti orang sehat pada umumnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.