Senin, 15 Jun 2026 10:30 WIB

Mengenal Pria yang Bawa Lamborghini saat Pulang Kampung ke Lamongan

Saiful Anam bersama mobil Lamborghini miliknya (Foto-foto: Dokumentasi pribadi Saiful Anam)
Saiful Anam bersama mobil Lamborghini miliknya (Foto-foto: Dokumentasi pribadi Saiful Anam)

jatimnow.com - Sosok Saiful Anam (44) kini ramai diperbincangkan setelah videonya saat pulang ke kampung halaman di Desa Ngayung, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan pakai Lamborghini, viral.

Kepada jatimnow.com, Saiful Anam mengaku memang lahir dan besar di Desa Ngayung tersebut. Sejak 2008, dia sudah berulang kali ganti mobil Lamborghini. Dan sekarang punya jenis Aventador.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Kesuksesan Saiful Anam bukan ia dapat secara praktis. Awalnya dia mengadu nasib mulai nol di Jakarta dengan membantu mencuci piring di warung milik keluarganya.

"Jadi saya lulus SMP Tahun 1992, saya nyusul bapak ke Jakarta," ungkap Saiful Anam, Selasa (25/5/2021).

Dia berangkat ke Jakarta hampir tanpa modal apapun. Saat itu dia hanya dititipkan kepada tetangga oleh neneknya untuk menyusul sang ayah yang sedang sama-sama mengadu nasib di Jakarta.

Baca juga:  Viral Crazy Rich asal Desa Ngayung, Lamongan Pulang Kampung Pakai Lamborghini

Dua tahun membantu mencuci piring sambil belajar memasak, Saiful akhirnya memberanikan diri berpisah dengan orangtua untuk membuka warung pecel lele kaki lima sendiri di Jakarta.

Saiful Anam bersama motor gede miliknyaSaiful Anam bersama motor gede miliknya

Usahanya itu juga beberapa kali tak berjalan lancar. Kerap kali mendapat gusuran dan lainnya. Bertahun-tahun berdagang pecel lele ditekuninya bertahun-tahun.

"Setelah membantu orangtua mencuci piring, saya buka sendiri di Kelapa Gading. Tahun 1997 saya masuk lagi dan dapat tempat yang aman," tambah Saiful Anam.

Di Tahun 2000, dia mulai mencoba nyambi berdagang sepatu yang ia beber di warung makannya. Sasarannya ada pelanggan yang sedang makan. Karena racikan masakan Saiful dikenal enak, warung pecel lelenya akhirnya menjadi langganan beberapa member klub motor di Jakarta.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Hingga pada Tahun 2002, Saiful Anam nekad berangkat ke China untuk belanja aneka sepatu, kaos, tas, souvenir bersama pernak-pernik fashion anak muda.

"Tahun 2002 berangkat di China belanja-belanja di sana. Ya sepatu, ya aksesoris, peralatan-peralatan untuk anak muda. Jadi dari situ saya termotivasi juga. Saya akhirnya jadi seneng juga sama sepatu," jelasnya.

Pria yang kini juga menjadi salah satu anggota Pengurus Pusat Ikatan Pengusaha Muda Indonesia (IPMI) Bidang Sosial tersebut menambahkan bahwa bisnis yang digelutinya sering kali jatuh bangun.

Setelah beberapa kali jatuh bangun hingga Tahun 2008, Saiful Anam akhirnya bisa menata bisnisnya. Sampai pada Tahun 2013 doanya terkabul untuk membangun industri sepatu di kawasan Tangerang.

"Tahun 2013 saya buka industri (sepatu) kecil-kecilan," sambung dia.

Dari itu, Saiful Anam mulai menggeber usahanya. Di Tahun 2014, dia mulai berani membangun industri yang sama di negeri tirai bambu.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Saiful Anam saat berada di ChinaSaiful Anam saat berada di China

"Terus 2014 saya buka di China. Karena kebetulan saya sudah nguasai banget di China sejak 2002 itu saya di China," beber dia.

Sekarang, ayah dua putra tersebut telah memiliki empat industri sepatu di kawasan Tangerang lengkap dengan ribuan karyawan. Meski demikian, Saiful tetap tak pernah lupa dengan kampung halamannya. Setiap tahun ia tetap pulang kampung ke Desa Ngayung untuk menjenguk sanak saudara.

Beberapa kali Saiful Anam juga disebut-sebut sering membangun musala di desanya. Bahkan baru saja ia juga membangun sebuah masjid di daerah Madiun, tempat kelahiran sang istri tercinta.

"Istri saya asli Madiun," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.