Minggu, 21 Jun 2026 12:05 WIB

Beredar Pesan Klarifikasi Khofifah Terkait Video Viral Acara Ulang Tahunnya

Gubernur Khofifah menyantuni anak yatim dalam acara ulang tahunnya (Foto-foto: Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Khofifah menyantuni anak yatim dalam acara ulang tahunnya (Foto-foto: Humas Pemprov Jatim)

jatimnow.com - Sebuah pesan berisi klarifikasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terkait acara ulang tahun (ultah) dirinya ke ke-56 dan ulang tahun ke-37 Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak, beredar di sejumlah WhatsApp Grup.

Sebelumnya video acara ultah Gubernur Khofifah dan Wagub Emil tersebut viral dan disebut menyebabkan kerumunan. Namun Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Heru Tjahjono menyebut bahwa acara itu sudah menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Baca Juga: Hampir Setahun, Hibah Aspal Dari Khofifah Belum Digunakan Pemkab Tulungagung

Baca juga:  Viral Video Pesta Ulang Tahun Gubernur Khofifah, Ini Respon Plh Sekdaprov Jatim

Heru juga menyebut bahwa acara tersebut merupakan kejutan, yang sama sekali tidak diketahui oleh Gubernur Khofifah. Dia menjelaskan bahwa dirinya lah yang membuat ide kejutan tersebut dengan mengajak sejumlah kepada OPD dan staf di Pemprov Jatim.

Berikut pesan berisi klarifikasi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang beredar tersebut:

Assalamu'alaikum. Wr. Wb.
Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada yang telah membaca berita atau video viral dengan bunyi pesta ulang tahun Khofifah ada kerumunan atau serupa.

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

Penjelasan di bawah ini semoga dapat memberikan info yang terlanjur terdistorsi :

1. Bahwa syukuran tanggal 19 Mei semua persiapan tanpa sepengetahuan apalagi persetujuan saya. Berita yang muncul cenderung tidak faktual dan tidak obyektif.
2. Tidak ada lagu ulang tahun...tidak ada ucapan ulang tahun, tidak ada bersalam atau berjejer....juga tidak ada potong kue tart ultah.
3. Ada santunan yatim dan Sholawat Nabi seperti kegiatan lainnya. 10 anak yatim dan 2 orang tim sholawat dengan 6 orang rebana. Selesei acara mereka makan terus pulang.
4. Ada penyerahan buku penanganan Covid karya Dr. Suko Widodo (UNAIR).
5. Yang hadir wagub (tanpa istri), saya tanpa putera, sekda dan beberapa OPD semua tanpa pendamping sebanyak 31 orang.
6. Ada band yang biasa dipakai latihan OPD.
7. Ada Katon Bagaskara karena tanggal 18 sedang ada giat di Surabaya. Katon juga kawannya Pak Sekda.
8. Perihal catering yang katanya nomer satu itu adalah Sono Kembang yang biasa menjadi langganan Grahadi setiap ada tamu.
9. Tempat di halaman luar rumdin (rumah dinas) kapasitas normal bisa 1000 orang. Jika ditambah samping bisa sampai 1500 orang. Tetapi yang hadir 31 orang plus 10 anak yatim dan 8 tim sholawat dan rebana.
10. Angle yang diambil terkesan berkerumun saya mohon maaf. Tidak ada terbersit rencana syukuran bersama OPD apalagi pesta ultah. Jauh dari tradisi saya. Posisi berdiri adalah posisi jelang bubaran karena pada dasarnya undangan duduk. Kecuali tim catering dan bagian umum.
11. Lepas dari itu semua saya sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya telah menjadikan suasana terganggu.

"Demikian, mohon maaf jika video yang beredar seolah kami tidak memperhatikan protokol kesehatan, hal tersebut tidak benar sama sekali," ujar Gubernur Khofifah seperti tersebar di sejumlah WhatsApp Grup yang dilihat jatimnow.com, Sabtu (22/5/2021).

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Gubernur Khofifah menerima buku karya Dr Suko Widodo saat acara ulang tahun tersebutGubernur Khofifah menerima buku karya Dr Suko Widodo saat acara ulang tahun tersebut

Sementara Penulis Buku Jejak Langkah Pencegah Wabah, Dr. Suko Widodo menyebut, bila dalam acara tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan, tentunya dia tidak akan datang dalam kegiatan tersebut.

"Saya juga di sana untuk menyerahkan buku yang saya tulis. Jika tidak prokes, pastilah saya orang pertama akan keluar. Juga acara tertutup dan tidak ada media," ungkap Suko yang juga menjabat sebagai Tim Pakar Satgas Covid--19 Jatim Bidang Perubahan Perilaku itu .

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.