Jumat, 19 Jun 2026 00:16 WIB

ART di Surabaya Diduga Dianiaya Majikan, Polisi: Putrinya Sudah Kami Evakuasi

Elok, ART di Surabaya yang diduga dianiaya majikan
Elok, ART di Surabaya yang diduga dianiaya majikan

jatimnow.com - Tim Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya telah mengevakuasi putri semata wayang Elok Anggraini Setyawati (45) atau EAS, ART yang mengaku menjadi korban penganiayaan majikannya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian menyebut bahwa bocah perempuan berumur 10 tahun itu kini sudah dititipkan di tempat yang aman dengan pendampingan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kami titipkan di tempat khusus milik Dinas Sosial Provinsi Jatim," terang Oki, Minggu (9/5/2021).

Alumni Akpol Tahun 2003 ini menambahkan, evakuasi terhadap bocah perempuan berumur 10 tahun itu dilakukan setelah timnya meminta keterangan Elok di Liponsos Surabaya.

"Tidak ada kendala sama sekali saat kami mengambil anak itu dari rumah majikan ibunya. Kondisinya sehat," tambah mantan Kasubdit Jatanras Polda Jatim tersebut.

Baca juga:  ART Korban Penyiksaan di Surabaya: Tolong Selamatkan Putri Saya

Terkait penanganan kasus dugaan penganiayaan tersebut, Oki mengaku bahwa timnya masih bekerja untuk melakukan penyelidikan. Penyelidikan dimulai dengan meminta keterangan sejumlah saksi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Diketahui, Elok dimasukkan ke Liponsos Surabaya sejak Kamis (6/5/2021) dengan laporan mengalami depresi atau sakit kejiwaan. Semenjak dirinya berada di liponsos, Elok khawatir dengan keselamatan dan pertumbuhan anaknya jika terlalu lama di rumah majikannya.

Pasalnya, Elok mengaku sudah tidak memiliki siapapun di Surabaya. Suaminya telah menjadi TKI dan lama belum pulang.

Saat ditemui Wakil Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno, Elok mengaku bahwa tuntutan ekonomi menjadi faktor utama dirinya menjadi ART. Selain mengaku hanya digaji satu bulan meski sudah satu tahun bekerja, Elok mengaku pernah diminta makan kotoran kucing.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Cuma satu kali saja terima bayaran. Habis itu nggak dikasih lagi," terang Elok pada Sabtu (8/5/2021) malam di Liponsos Surabaya.

Sebelum bekerja, Elok dijanjikan akan menerima upah Rp 1,5 juga tiap bulan. Elok pun mengaku menjadi korban penganiayaan yang dilakukan majikannya tersebut.

"Saya itu dulu dijanjikan gaji satu juta lima ratus ribu rupiah setiap bulan," ungkap Elok.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.