Sabtu, 20 Jun 2026 05:37 WIB

Serabi Ponorogo, Kue Tradisional yang Tak Lekang Oleh Zaman

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 09 Mei 2021 15:33 WIB
Endang, generasi kelima pembuat dan penjual serabi Ponorogo
Endang, generasi kelima pembuat dan penjual serabi Ponorogo

jatimnow.com - Di tengah gempuran produk kuliner modern, serabi Ponorogo yang biasa dihidangkan sebagai takjil berbuka puasa masih banyak diminati. Kue tradisional ini tak lekang oleh zaman.

Endang Papik, salah satu penjual serabi di Kerun Ayu, Desa Ploso Jenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo mengaku bahwa dirinya sudah menjual serabi selama 20 tahun.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Saya sudah menjual serabi selama 20 tahun. Saya generasi ke lima," ujar Endang, Minggu (9/5/2021).

Endang menjelaskan bahwa serabi Ponorogo lain dengan Serabi Solo atau Bandung. Serabi Ponorogo memiliki rasa gurih. Sedangkan serabi dari daerah lain cenderung manis dan lembek.

Saat ditanya resep, Endang mengaku hanya memakai bahan tepung beras, kelapa parut dan garam. Dengan resep itu, dalam sehari dia mampu menghabiskan 20 liter atau sekitar 40 adonan.

Serabi PonorogoSerabi Ponorogo

Setelah jadi, Endang menjual satu porsi serabi dengan harga Rp 5 ribu untuk 5 potong. Endang bisa mendapat omzet per hari hingga Rp 1,2 juta.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

"Sehari bisa seribu potong kue terjual," ujar Endang.

Lokasi berjualan Endang di Kerun Ayu memang strategis. Karena daerah itu merupakan jalan penghubung antara jalur Ponorogo dengan Wonogiri, Jawa Tengah.

Sejak larangan mudik diberlakukan, Endang mengaku sempat was-was. Sebab momen mudik lebaran Hari Raya Idul Fitri menjadi satu-satunya harapannya untuk meraup keuntungan.

"Biasanya banyak orang luar kota mampir ke sini untuk beli oleh-oleh. Tapi sejak adanya larangan mudik, ya bisa dipastikan jualan saya tidak akan sebanyak dulu," ungkap Endang.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Wanita berumur 40 tahun ini mengaku bahwa setiap ramadan warungnya buka pada siang sampai maghrib. Namun jika di luar bulan puasa, dia buka dari pagi sampai sore.

"Nah kan kalau ramadan bisa buat takjil. Lebaran nanti, hari raya kedua saya buka lagi," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.