Sabtu, 13 Jun 2026 01:33 WIB

Program SMS Pisan, Jurus Baru Banyuwangi Tingkatkan Produktivitas Sapi

  • Penulis :
  • | Kamis, 29 Apr 2021 17:00 WIB
Bupati Ipuk dalam peluncuran program SMS Pisan di Banyuwangi
Bupati Ipuk dalam peluncuran program SMS Pisan di Banyuwangi

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi meluncurkan program SMS Pisan, yaitu kepanjangan dari Sapi Manak Setahun Pisan (sapi beranak setahun sekali).

Program ini memberikan treatment kepada indukan sapi yang mengalami gangguan reproduksi sehingga mereka dapat bereproduksi secara maksimal, yaitu satu tahun sekali.

Baca Juga: Sapi Gemoy Hewan Kurban Presiden Prabowo di Tulungagung Bernama Fajar

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meluncurkan langsung program tersebut di sela-sela kegiatan bupati ngantor di desa (Bunga Desa) di Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Kamis (29/4/2021).

Ipuk didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Arief Setyawan. Turut hadir Kepala UPT Inseminasi Buatan Dinas Peternakan Jawa Timur, Dr drh Iswahyudi.

"Semoga dengan program SMS Pisan ini, populasi sapi di Banyuwangi bisa semakin meningkat, ujungnya tentu meningkatkan kesejahteraan kawan-kawan peternak," kata Ipuk.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setyawan menjelaskan, program SMS Pisan ini mendorong agar sapi-sapi di Banyuwangi dapat bereproduksi dan berproduksi secara maksimal.

"Target kami, setiap induk sapi bisa beranak setahun sekali. Dalam program ini, kami siapkan tim yang bertugas mendampingi sapi-sapi yang bermasalah agar bisa produktif kembali. Sehingga usai melahirkan, saat anaknya usia tiga bulan, si induk sudah bisa bunting lagi," kata Arief.

Dalam pelaksanaannya nanti, kata Arief, tim akan melakukan pendampingan kepada sapi-sapi yang mengalami gangguan reproduksi. Sapi yang tidak birahi akan dibuat birahi.

Baca Juga: Harga Hewan Kurban di Tulungagung Mulai Mengalani Kenaikan, Ini Kisarannya

"Kami berikan treatment khusus, agar reproduksinya bisa sama dengan sapi lainnya," kata Arief.

Arief menambahkan, cara mendapatkan program ini cukup mudah. Pemilik sapi cukup melaporkan kondisi sapinya yang mengalami gangguan reproduksi kepada petugas maupun Pusat Kesehatan Hewan terdekat.

"Biaya pengobatan hingga kawin suntik gratis, ditanggung pemerintah kabupaten. Target kami dalam 1 bulan ini bisa menyasar 750 sapi," kata Arief.

Program ini disambut hangat para peternak, salah satunya Gatot Wicaksono. Awalnya, dia merasa risau karena sapi miliknya susah bunting, tapi kini setelah ada program ini dia merasa lega.

Baca Juga: Pemenang Puteri Indonesia 2025 Firsta Yufi Ternyata Jebeng Banyuwangi 2019

"Programnya cocok untuk sapi saya, karena hampir dua tahun belum bunting. Saya senang, karena petugas yang datang merawat, dan pelayanannya baik," ujar Gatot.

Kabupaten Banyuwangi sejak dulu terkenal sebagai sentra penghasil bibit sapi unggul, jenis simental dan limousin. Dari total populasi 140 ribu sapi di Banyuwangi, 80 persennya merupakan sapi betina.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.