Rabu, 17 Jun 2026 21:08 WIB

BPBD Ponorogo Mengaku Kewalahan Makamkan Jenazah Pasien Covid-19

Tim BPBD Ponorogo melakukan pemakaman salah satu jenazah pasien Covid-19
Tim BPBD Ponorogo melakukan pemakaman salah satu jenazah pasien Covid-19

jatimnow.com - Angka kematian warga di Ponorogo akibat Covid-19 cukup mengkhawatirkan. Dalam sehari kemarin, petugas pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memakamkan 10 jenazah secara maraton.

"Selama melakukan pemakaman, kemarin hari Rabu (28/4) yang terbanyak, ada 10 korban. Mulai pukul 00.01 sampai pukul 24.00 Wib," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono, Kamis (29/4/2021).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Menurut Budi, sebelumnya pada 1 April 2021 ada 8 korban Covid-19 yang dimakamkan. Kemudian 5 April 2021 ada 9 yang dimakamkan. Sementara tanggal 29 April 2021 sampai pukul 12.00 Wib, ada 3 jenazah yang dimakamkan.

Budi menyebut bahwa tim BPBD Ponorogo yang melakukan pemakaman dibagi tiga. Satu tim mengedukasi warga sekitar untuk tidak mendekat saat prosesi pemakaman. Tim lainnya bertugas melakukan pemakaman.

"Bulan April hampir 119 sudah dimakamkan," sebut dia.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Menurut Budi, jumlah jenazah yang dimakamkan pada April ini lebih banyak dibanding bulan sebelumnya. Tiga tim yang ada kewalahan, lantaran jumlah anggota terbatas.

"Kami kewalahan. Kegiatan luar biasa, ada di shelter, di posko dan kegiatan lain. Kalau pemakaman jarak deket juga tidak masalah, kebanyakan jauh dan banyak yang dimakamkan," jelasnya.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Dia mengaku waktu pemakaman tergantung struktur tanah dan jarak tempuhnya.

"Kami sampek waleh (bosan) ngurusi. BPBD prihatin selaku petugas pemakaman. Di mana setiap hari, baik itu 24 jam selalu memakamkan, semakin hari semakin banyak. Ngurusi pemakaman yang terkonfirmasi," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.