Senin, 22 Jun 2026 20:36 WIB

Masjid Jogokariyan Galang Dana Beli Kapal Selam, Telah Terkumpul Rp 365 Juta

Himpunan Anak-anak Masjid (HAMAS) Jogokariyan galang dana beli kapal selam/ foto PWMU-istimewa
Himpunan Anak-anak Masjid (HAMAS) Jogokariyan galang dana beli kapal selam/ foto PWMU-istimewa

jatimnow.com - Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan, Ustaz Muhammad Jazir mengatakan penggalangan dana pembelian kapal selam pengganti KRI Nanggala-402 bermula dari imajinasi Himpunan Anak-anak Masjid (Hamas) Jogokariyan.

Setidaknya sudah terkumpul dana sebesar Rp 365 juta pada 27 April 2021 ini.

Baca Juga: Kekerasan di Daycare, Psikolog Ingatkan Bahaya Trauma Anak dan Mom-Shaming

"Inisiatifnya dari imajinasi anak-anak, kita sebagai orang tua melanjutkan semangat anak-anak itu. Jangan sampai semangat cinta negaranya malah dihalang-halangi," kata Jazir kepada Republika melalui sambungan telepon, Selasa (27/4/2021).

Jazir menuturkan, awalnya anak-anak masjid ini berimajinasi untuk dapat membeli kapal selam. Pihaknya pun memberi ruang kepada anak-anak masjid tersebut dengan mendorong untuk menggalang dana.

"Anak-anak itu murni mimpi membeli kapal untuk negaranya, itu mimpi yang baik. Harus didukung, masa depan Indonesia di tangan mereka. Saya cerita, dulu pesawat pertama dibeli di Indonesia ini dari urunan rakyat, rakyat Aceh dan itu bisa membeli pesawat pertama Indonesia," ujarnya.

Pada Senin (26/4) kemarin juga sudah disalurkan dana yang dikumpulkan Hamas Jogokariyan ini melalui Pangkalan TNI AL Yogyakarta. Dana yang sudah disalurkan ini sebesar Rp 6,58 juta.

Namun, dari inisiatif Hamas tersebut memunculkan gerakan masyarakat untuk ikut menyumbang dana. Sehingga, pihaknya membuka rekening untuk penggalangan pembelian kapal selam.

Baca Juga: Foto: KRI Nagapasa, Sang Pemburu Senyap di Kedalaman Laut NKRI

Penggalangan dana pun baru dimulai Selasa (27/4) ini dan sudah terkumpul Rp 365 juta.

"Begitu pulang banyak sekali telepon dan pesan WhatsApp ke kami untuk buka rekening, kemudian kami buka rekening. Ini baru dibuka hari pertama sudah Rp 365 juta, itu sebelum dzuhur tadi," ujarnya.

Jazir menyebut, banyak tokoh agama hingga lembaga filantropi yang menggandeng penggalangan dana ini. Seperti Ustaz Abdul Somad, Aksi Cepat Tanggap dan lembaga-lembaga lainnya.

"Ada juga warga dari Magelang ingin jualan kaos dengan design kapal selam dan minta izin masjid untuk keuntungannya diberikan ke masjid. Silakan saja, ini gerakan rakyat bukan milik kami. Biar fantasi dan imajinasi anak-anak yang cinta negara ini bisa terwujud," jelasnya.

Baca Juga: PT PAL dan Naval Group Resmi Garap Kapal Selam Scorpene Evolve

 

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.