Kamis, 18 Jun 2026 12:54 WIB

Pedagang Pasar Legi Ponorogo Sampaikan Tuntutan, Begini Respon Bupati

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko saat menemui para pedagang Pasar Legi
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko saat menemui para pedagang Pasar Legi

jatimnow.com - Puluhan pedagang Pasar Legi Ponorogo kembali melakukan aksi, Rabu (7/4/2021). Mereka mempermasalahkan pembagian lapak di pasar yang baru selesai dibangun pada Januari 2021 itu.

Puluhan pedagang itu membawa berbagai poster, seperti bertuliskan 'Bubarkan Mafia Lapak', 'Adili Para Tikus Lapak', 'Hapus Zonasi'. Mereka melakukan aksi di depan Pasar Legi dan depan Kantor Pemkab Ponorogo.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Kalau memang ada jual beli lapak untuk diusut secara tuntas. Rumornya kan ada," ujar salah satu perwakilan pedagang, Setyo Eko Wahono, Rabu (7/4/2021).

Menurut Setyo, pedagang juga menuntut Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Perdakum) untuk menepati janjinya ke pihak pedagang. Karena janjinya, sebelum direlokasi ke pasar sementara di tanah eks RSUD Ponorogo, perdakum tidak akan menggeser pedagang lama ke tempat lain.

"Juga janji tidak akan mengurangi ukuran lapak, kenyataan beda," bebernya.

Setyo juga mengklaim bahwa para pedagang sudah geram sehingga turun ke jalan. Sebab pihaknya sudah mengirim surat dua kali, tapi tidak dipanggil.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Harapan pedagang kembalikan seperti semula. Utamakan pedagang lama," tambahnya.

Sementara Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengatakan, pihaknya akan melihat keadaannya seperti apa. Di mana pedagang meminta lapaknya dikembalikan seperti skema awal serta menyebut ada beberapa lapak yang mendadak hilang.

"Maka saya rapat dengan dinas terkait, Bu Addin (Kepala Dinas Perdakum) dan Pak Sekda," ujar Bupati Sugiri saat menemui para pedagang.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

Nantinya bila sudah mengambil keputusan akan dilakukan musyawarah. Dia berharap ada jalan tengah terkait keinginan pedagang maupun keputusan pemerintah. Perihal lapak yang diperjualbelikan, dia mengaku tidak mendengar, juga tidak paham.

"Makanya kita dalami, mudah-mudahan tidak ada. Jika pun ada kita tegakkan," tegasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.