Sabtu, 20 Jun 2026 20:15 WIB

Penjual Bahan Peledak di Ponorogo Disergap saat Tunggu Pembeli

Tersangka dan bahan peledak yang dijualnya diamankan di Mapolsek Sampung, Ponorogo
Tersangka dan bahan peledak yang dijualnya diamankan di Mapolsek Sampung, Ponorogo

jatimnow.com - Perdagangan bahan peledak atau bahan pembuatan petasan di Bumi Reog dibongkar. Kepolisian setempat menangkap pria berinisial KM (19), warga Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo.

"Tertangkap basah saat mau bertransaksi di sebuah warung samping SPBU Karangwaluh," ujar Kapolsek Sampung, Iptu Marsono, Rabu (7/4/2021).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Marsono menambahkan, kasus itu diungkap setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat. Setelah mendapat informasi itu, anggota Unit Reskrim Polsek Sampung melakukaan pemantauan di sekitar SPBU itu.

"Anggota melakukan pengintaian di sekitar SPBU mulai pagi. Rupanya transaksi terjadi saat malam," tambahnya.

Menurut Marsono, saat malam itu pelaku datang ke lokasi sendiri untuk menunggu calon pembeli, tapi tak kunjung datang.

Barang bukti bahan peledak diamankan di Mapolsek Sampung, PonorogoBarang bukti bahan peledak diamankan di Mapolsek Sampung, Ponorogo

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

"Kami bergerak menangkapnya. Pelaku membawa dua kilogram serbuk petasan dan satu bendel sumbu petasan," ungkap dia.

Setelah mengamankan pelaku, Unit Reskrim Polsek Sampung melakukan penggeledahan di rumah pelaku di Desa Gelang Kulon. Dari rumah pelaku disita potasium, belerang dan pupuk KCLO3.

"Selain dua kilogram serbuk petasan dan satu bendel sumbu petasan. Termasuk potasium, belerang dan pupuk KCLO3," paparnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Dalam pemeriksaan pelaku mengaku mendapatkan bahan baku berupa potasium, belerang dan pupuk KCLO3 untuk membuat serbuk petasan yang dibeli dari toko online.

"Pelaku dijerat Undang-undang Darurat No. 12 Tahun 1951 Pasal 1 ayat (1) karena perbuatannya bisa membahayakan dirinya maupun orang lain," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.