Selasa, 16 Jun 2026 20:17 WIB

Pandemi Covid-19, Banyuwangi Giatkan Atraksi Wisata di Hotel

Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)
Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)

jatimnow.com - Banyuwangi tengah menggiatkan konsep wisata staycation. Berkolaborasi dengan para pelaku seni, kini penginapan wisatawan akan dilengkapi atraksi seni budaya setiap weekend.

Wisatawan tetap bisa liburan menikmati atraksi seni meski hanya tinggal di hotel. Penyedia jasa akomodasi menyediakan atraksi seni dan budaya dengan protokol ketat sehingga wisatawan tidak perlu pergi keluar hotel untuk mendapatkan hiburan.

Baca Juga: Bukan Pengosongan, Ketika Para Tokoh Berpikir Tentang Ibu Kota Provinsi Jatim

Para pelaku seni dari Sanggar Tari Sastra Dewa, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, meramaikan pertunjukan tersebut. Mereka tampil apik membawakan lakon Ande-Ande Lumut.

Kesenian janger merupakan kesenian khas Banyuwangi. Janger yang identik dengan lakon Damarwulan dan Minakjinggo ini merupakan akulturasi dari budaya Jawa, Bali dan Banyuwangi.

Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah menyebut janger sebagai salah satu daya tarik atraksi seni budaya di Banyuwangi.

"Janger masih menjadi daya tarik wisata di Banyuwangi. Kesenian ini sangat dekat dengan rakyat dan biasa digelar saat masyarakat Banyuwangi hajatan," kata Sugirah dalam siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (2/4/2021).

Baca Juga: 5 Hotel di Jakarta Harga Mulai 500 Ribuan

"Di musim pandemi ini terdapat kecenderungan wisatawan ingin berlibur tapi mengurangi aktivitas di luar. Untuk mengakomodir ini, kami menggandeng menajemen hotel agar menyediakan panggung seni di areanya," tambahnya.

General Manajer Hotel Santika, Indra Muiz, mengatakan pertunjukan ini sebagai bentuk promosi pariwisata Banyuwangi.

“Kami akan menggelar secara rutin pertunjukan semacam ini dan melibatkan para seniman di Banyuwangi. Daya tarik inilah yang membuat wisatawan tertarik untuk staycation di Banyuwangi," kata Indra.

Baca Juga: Pemkab Banyuwangi Siapkan Shelter Baru untuk Warga PAS

Protokol kesehatan yang ketat diterapkan dalam pertunjukan janger ini. Selain para penampilnya mengenakan face shield, penontonnya juga duduk dengan jaga jarak.

Pengunjung tidak mengambil makanan secara swalayan, melainkan dilayani petugas. Petugasnya juga mengenakan faceshield, sarung tangan, dan antara makanan dengan pengunjung dibatasi dengan tirai plastik. Wisatawan yang hadir tampak sangat menikmati.

"Saya sangat menikmati pertunjukan janger ini meski saya tidak begitu paham bahasa yang digunakan. Tapi tata ceritanya, efek panggungnya, kostum yang dipakai, dan pelaku seninya tampil bagus banget," kata Arinda.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.