Jumat, 19 Jun 2026 11:42 WIB

Jurnalis Pasuruan dan Ponorogo Desak Polisi Usut Pelaku Kekerasan ke Nurhadi

jatimnow.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pasuruan melakukan aksi menyikapi tindak kekerasan yang dilakukan oknum aparat terhadap wartawan Tempo, Nurhadi saat menjalankan tugas jurnalistiknya.

Dalam aksi tersebut, para jurnalis melakukan longmarch dan membawa poster serta berorasi di halaman Mapolres Pasuruan Kota, Rabu (31/3/2021).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Kami menyesalkan adanya kekerasan yang dialami Nurhadi dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Kami mengingatkan kepada semua kalangan, bahwa profesi wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi undang-undang, kode etik dan regulalasi yang sah di mata hukum," jelas korlap aksi, Fandi Armanto.

Setelah melakukan orasi dan menyerahkan pernyataan sikap ke pihak Mapolres Pasuruan Kota, masa aksi kemudian melakukan orasi dan pembentangan poster tuntutan, serta menyerahkan pernyataan sikap di Markas Kodim 0819 Pasuruan.

"Kejadian kekerasan yang dialami Nurhadi adalah bentuk ancaman dalam kehidupan pers nasional. Ancaman terhadap kebebasan dan kemerdekaan pers," lanjutnya.

Ketua PWI Pasuruan, Djoko Harianto, mengatakan jika dalam aksi ini PWI meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara tuntas dan membawa pelakunya ke peradilan, untuk mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

"Pers nasional, khususnya pers di Jatim dan Pasuruan, tidak surut dan tidak takut menjalankan fungsinya sebagai kekuatan sosial kontrol, khususnya terhadap kasus korupsi," tandasnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sementara itu di Bumi Reog, puluhan wartawan menggelar aksi keprihatinan dengan menyalakan lilin di depan gedung DPRD Ponorogo, Selasa (30/3) malam. Mereka juga menuliskan poster berisi kecaman atas tindak kekerasan yang dialami Nurhadi.

"Kegiatan ini bentuk rasa solidaritas kami sebagai sesama jurnalis untuk wartawan majalah Tempo, Nurhadi. Dengan berdoa bersama dan menyalakan lilin, kami berharap ada cahaya keadilan untuknya," kata salah satu peserta aksi, Nur Yasin.

"Kami meminta Bapak Kapolda Jatim untuk segera menuntaskan kasus tersebut. Jangan hanya memproses tapi tidak ada ujungnya. Menangkap para pelaku dan mengadilinya," imbuhnya.

Baca Juga: Arus Balik di Jatim Naik 18 Persen, Kapolda Tegaskan Personel Tetap Siaga

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.