Senin, 22 Jun 2026 06:24 WIB

NasDem Dorong Pemerintah Anugerahkan Syaikhona Kholil Jadi Pahlawan Nasional

jatimnow.com - Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) mendorong pemerintah menganugerahkan Syaikhona Kholil dari Bangkalan, Madura mendapat gelar pahlawan nasional.

Usulan itu disampaikan Pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) NasDem Bidang Keagamaan dan Budaya, Hasan Aminudin dalam seminar nasional bertema 'Syaikhona Kholil Guru Para Pahlawan' di Ball Room Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, Sabtu (20/3/2021).

Baca Juga: Tebar Kepedulian, Kader NasDem ini Salurkan 105 Hewan Kurban di Probolinggo

"Sebenarnya kita tidak usah mengemis ya meminta gelar pahlawan kepada pemerintah untuk Syaikhona Kholil. Kita Nasdem mengingatkan kepada pemerintah agar supaya memberikan gelar pahlawan kepada Syaikhona Kholil, guru dari banyak pahlawan dan waliyullah di Republik," ujar dia.

NasDem mentargetkan penghargaan itu diberikan tahun ini. Mengingat rencana tersebut telah dillakukan sejak lama dan melalui kajian yang intens.
Ia menegaskan, jasa dari tokoh asal Madura tersebut cukup besar bagi Bangsa Indonesia.

"Apa kontribusi Syaikhona Kholil? hubbul wathon minal iman, cinta tanah air bagian dari iman itu tulisan tangan beliau," ujar Hasan.

Pemerintah diharapkan secepatnya mengetahui kontribusi warganya yang turut berjuang demi negara

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

"Semestinya negara berkewajiban memberikan gelar kepada warga yang banyak tanam terhadap sejarah di republik yang kita cintai dan ajarannya memberikan kontribusi terhadap orang yang lain," paparnya.

Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Abdul A'la dalam sambutannya secara virtual mengatakan sebagai salah satu tim kajian akademik penetapan Shaikhona Kholil sebagai pahlawan nasional tidak memiliki alasan untuk ditunda.

Pengusulan sebagai pahlawan nasional itu mengingat jasa ulama asal Bangkalan itu yang turut memberi peran dalam bidang pendidikan, menciptakan pemimpin yang berkontribusi pada keagamanan maupun kenegaraan seperti pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari.

Baca Juga: Masa Tunggu Haji 26 Tahun, Komisi VIII DPR RI: Waspada Tawaran Berangkat Instan

Riset secara akademis, historis, maupun kebudayaan telah dilakukan, bahkan Partai NasDem juga berkirim surat kepada kedutaan besar Indonesia di negara Belanda untuk meminta salinan sejarah yang terdokumentasi di sana.

"Keniscayaan penundaan Syaikhona Kholil sebagai Pahlawan Nasional sudah tidak ada lagi alasan untuk ditunda," katanya. 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.