Jumat, 19 Jun 2026 08:11 WIB

Gas Elpiji 3 Kg Langka di Ponorogo, Pedagang 'Buang' Tabung ke Jalan

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 05 Jun 2018 09:13 WIB
Para pedagang demo LPG kosong./Foto: Mita Kusuma.
Para pedagang demo LPG kosong./Foto: Mita Kusuma.

jatimnow.com - Kesal dengan kelangkaan gas elpiji 3 Kg di Ponorogo, sejumlah pedagang kaki lima memilih melakukan aksi damai. Aksi damai ini dilakukan dengan cara membuang gas melon yang tidak ada isinya ke jalan.

Terlihat, beberapa pedagang kaki lima di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Yonatan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo menenteng gas melon kosong. Tak lama kemudian mereka membuangnya ke jalan.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Mereka juga membentangkan beberapa tulisan protes kepada pemerintah karena langkanya gas melon di Ponorogo. "Sampai saat ini sangat sulit. Kami meminta pemerintah turun," kata salah satu pedagang yang melakukan aksi, Irfan Nugroho, Selasa (5/6/2018).

Ia mengaku, sampai mencari ke daerah Tambakbayan. Padahal rumahnya berlokasi di Siman. Setidaknya ia harus menempuh jarak 10 km.

"Itu pun harganya selangit. Ada yang menebus sampai Rp 30.000. Ada pula di agen Rp 20.000. Padahal biasanya cuma Rp 17.000," tambahnya.

Irfan menjelaskan, akhirnya mau tidak mau berpengaruh terhadap laba. Karena gas elpiji merupakan kebutuhan utama baginya.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Pedagang lain, Rian Pratama, mengaku dengan sulitnya gas elpiji di Ponorogo berpengaruh terhadap hasilnya. "Kan harus ngirit. Masaknya juga diirit-irit. Penghasilannya jadi tidak menentu," katanya.

Ia berharap pemerintah turun tangan. Jika memang diklaim tidak ada kelangkaan seharusnya orang yang diduga menimbun segera diproses.

"Kalau baca berita kan katanya tidak ada kelangkaan. Seharusnya ditindak yang melakukan penimbunan," pungkasnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.