Kamis, 18 Jun 2026 18:07 WIB

Penataan Wajah Jalan Hos Cokroaminoto Ponorogo Butuh Rp 4,6 Miliar

Pemkab Ponorogo berencana menata wajah atau face off Jalan Hos Cokroaminoto
Pemkab Ponorogo berencana menata wajah atau face off Jalan Hos Cokroaminoto

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Ponorogo berencana menata wajah atau face off Jalan Hos Cokroaminoto, agar lebih segar dan indah, juga untuk membangkitkan ekonomi warga di tengah Pandemi Covid-19.

Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ponorogo, anggaran yang dibutuhkan untuk menata wajah Jalan Hos Cokroaminoto mencapai Rp 4,6 miliar. Penataan itu akan dilakukan mulai pelebaran trotoar dan pedestrian, pembuatan lampu hias dan berbagai sarana pendukung lainnya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengatakan, untuk dana yang digunakan bukan murni dari APBD.

"Kami berfikir sebelum dilantik, kami mendesain, kami mengajak bergotong royong semua pihak. Pembiayaannya seperti apa? NU ikut nyumbang, Muhammadiyah ikut nyumbang, bank-bank ikut nyumbang, sehingga dengan gotong royong ini jalan itu menjadi baik," ujarnya, Jumat (5/2/2021).

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Bupati Sugiri berkeinginan untuk menyulap Jalan Hos Cokroaminoto seperti layaknya Jalan Malioboro di Yogyakarta dan Jalan Pahlawan di Kota Madiun. Namun dengan beberapa kearifan lokal, dengan nuansa Reog seperti adanya lampu dengan bentuk merak dan patung warok.

Sementara Kepala Bappeda Ponorogo, Sumarno menyebut, prinsip dari pedestrian ini melebarkan trotoar 2,5 meter kanan kiri. Sekarang lebar jalan 17 meter dikurangi 5 meter, tinggal 12 meter.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

"Nanti kami mendapat dukungan dari NU, Muhammadiyah, Gontor, beberapa bank di situ. Pendanaannya paling besar disumbang dari partisi. Kebutuhan Rp 4,6 miliar," terangnya.

"Untuk mulai pengerjaan tergantung dari masing-masing partisipan, NU mau mulai kapan. Range 99 hari, berakhir Juni. Sifatnya sumbangan tidak ada time line," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.